Tuhan Senantiasa Menemani Perjalanan Iman Kita

Beriman dalam hidup yang nyata itu tidak mudah. Ada tantangan dan rintangan yang mesti dihadapi.

Seorang anak berusia satu tahun diajar berjalan oleh ibunya. Tiap akan melangkah, ia menoleh ke kanan ke kiri, memandang lantai di depannya, sekilas ke arah ibunya. Lalu anak itu duduk karena takut melangkah. Begitu berulang kali.

Ibunya berseru, “Nak, lihat Ibu saja, Nak! Sini, lihat Ibu! Ayo, sekarang jalan. Jalan!”

Ibu itu berusaha membangkitkan keberanian si anak untuk melangkahkan kaki. Akhirnya si anak, sambil terus memandang wajah ibunya, melangkah perlahan-lahan. Sambil tertawa ceria, dia pun meneruskan jalannya.

Berani berproses seperti anak kecil | Foto:https://id.pinterest.com/

Ada Goncangan, Tetap Berproses

Beriman itu seperti orang belajar berjalan. Mula-mula orang mengalami kesulitan untuk mengenal Tuhan. Namun orang mesti mencoba terus-menerus untuk mengenal Tuhan. Mungkin orang bosan mendengar pengajaran tentang Tuhan yang mahabaik dan mahapengasih. Namun ketika orang tetap setia berusaha menemukan Tuhan dalam hidup, orang akan mengalami hidup yang penuh sukacita.

Kisah di atas memberi inspirasi kepada kita untuk tidak berhenti di persimpangan jalan, ketika kita belum mengenal sungguh-sungguh Tuhan bagi hidup kita. Ibu itu terus-menerus mengajari anaknya untuk berjalan. Dia memberi semangat. Dia memberi rasa percaya diri kepada anaknya untuk mulai berjalan. Dia berhasil.

Proses beriman itu seperti seorang anak yang baru belajar berjalan. Ada goncangan sedikit saja, orang enggan untuk maju. Orang takut berjalan di jalan yang salah. Atau orang takut jatuh. Padahal Tuhan itu senantiasa memberi kesempatan untuk maju. Tuhan memberi kesempatan untuk mengenal diriNya secara lebih mendalam.

Mari kita tinggalkan rasa takut untuk mengenal Tuhan secara lebih dekat dan mendalam. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.