Senantiasa Mengucap Syukur atas Berkat Tuhan

Jerat ketamakan hanya dapat dikalahkan oleh hati yang bersyukur atas segala berkat Tuhan.

Seorang wanita paruh baya tampak lesu. Guratan kesedihan terlihat jelas di wajahnya akibat penipuan yang baru saja dialaminya. Entah mengapa, ia bisa begitu mudah percaya pada tawaran sekelompok orang yang ingin membeli rukonya dengan harga dua kali lipat.

Dalam hati, dia merasa sangat beruntung. Dia bisa membeli satu ruko dengan harga lebih murah dan masih mengantongi keuntungan berlipat-lipat. Dia pun tak ragu menyerahkan uang sebesar tujuh ratus lima puluh juta rupiah untuk dipinjam oleh kawanan tersebut. Namun, harapannya langsung sirna, begitu ia menyadari bahwa ia baru saja ditipu.

Dorongan ketamakan memperoleh uang banyak dalam waktu singkat membuat wanita paruh baya itu terlena. Dia pun hanya bisa menyesali kebodohannya.

Tamak | Foto: https://cdn.idntimes.com/

Senantiasa Waspada

Ketamakan sering menggoda manusia. Orang ingin memiliki barang atau uang sebanyak-banyaknya, sehingga berani melepaskan apa yang sudah dimiliki. Orang tidak sadar bahwa sifat ketamakan itu menggerogoti hidupnya. Setelah semuanya berlalu dengan buruk baru orang menyadari bahwa ketamakan membawa dukacita.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk waspada terhadap ketamakan. Wanita paruh baya itu mudah percaya akan janji-janji. Dia membayangkan akan memperoleh keuntungan berlipat-lipat. Dia bisa menggunakan keuntungan penjualan ruko dan bersenang-senang. Ternyata dia terjebak oleh ketamakan itu. Bukan untung yang dia peroleh, tetapi buntung.

Banyak orang terpuruk hidupnya, karena masuk dalam jebakan ketamakan. Orang menggunakan apa yang dimiliki demi memenuhi ketamakan hati mereka. Akibatnya, dalam waktu yang singkat mereka kehilangan segala-galanya. Mereka baru sadar ketika mereka sudah tidak punya apa-apa lagi. Hidup kemudian menjadi merana.

Yang dibutuhkan dari kita adalah kebijaksanaan dalam menghadapi godaan ketamakan. Salah satu caranya adalah mensyukuri apa yang ada yang menjadi bekal bagi perjalanan hidup. Kita juga mesti berani membiasakan diri untuk mencukupkan diri dengan apa yang ada. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.