Misteri Sakramen Mahakudus (8)

Bangunlah Manisku, Jelitaku, Marilah! (Kidung Agung 2:10)

(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)

“Mengapa banyak jiwa tak sampai mencintai?

Karena mereka terjerat oleh rasa dan cinta diri.

Lepaskan jangkar rasa dan afeksi,

Biarkan Sang Mempelai mentransformasi!”

Sakramen Mahakudus | Foto: https://c1.wallpaperflare.com/

Hai jiwa-jiwa yang mengunjungi Aku dalam Sakramen Mahakudus, engkau akan dibangkitkan dari derita dan kesusahanmu. Aku di sini akan senantiasa memperkaya engkau dengan rahmat-Ku. Segeralah datang kepada-Ku lebih dekat lagi, jangan takut, karena Aku yang mulia telah merendahkan diri dalam Sakramen, agar bisa mengambil ketakutanmu dan mencurahkan keyakinan. Lepaskan rasa dan afeksimu, agar Aku mentransformasimu dalam kemuliaan-Ku! Kekasih-Ku, engkau bukan lagi musuh, tetapi sahabat-Ku karena Aku mengasihimu dan engkau mengasihi-Ku. Oh, cantik-Ku, rahmat-Ku telah membuatmu bebas dan datanglah lebih dekat lagi dan serahkan dirimu ke dalam tangan-Ku dan mintalah dengan keyakinan apa yang kaukehendaki.

St. Teresa berkata bahwa Raja Mulia telah merendahkan diri dalam Sakramen, ya dalam rupa sepotong roti dan Ia mengorbankan kemuliaan-Nya untuk membombong kita, supaya kita merebut Hati Ilahi-Nya dengan keyakinan besar. Marilah kita semakin mendekat pada Yesus dengan percaya diri dan kerinduan yang mendalam; marilah kita menyatukan diri dengan Dia dan mohon rahmat-Nya.

Oh Sabda Kekal yang menjadi manusia dan hadir dalam Sakramen Mahakudus, sukacita macam apa yang akan kumiliki tatkala aku berada dalam hadirat-Mu? Siapakah Allahku, siapakah Raja Mahamulia Abadi yang kebaikan-Nya tanpa batas dan memiliki kerinduan untuk merebut jiwaku?

Hai jiwa-jiwa yang mencintai Allah, di mana pun engkau berada di surga atau di bumi kasihilah Dia. Dan Engkau Allah yang mahakasih, buatlah diri-Mu sasaran kasihku. Jadikanlah diri-Mu sasaran keinginanku. Kupersembahakan seluruh pikiranku kepada-Mu dan biarlah aku diliputi kehendak-Mu; aku juga rindu mempersembahkan tubuhku kepada-Mu; bantulah aku untuk menyenangkan-Mu; aku mempersembahkan jiwaku agar menjadi milik-Mu seutuhnya. Sejak hari ini sampai selajutnya, keinginanku hanya melaksanakan kehendak-Mu supaya hidupku berkenan kepada-Mu. Kutinggalkan semua keinginanku supaya aku memiliki-Mu secara utuh. Engkau Tuhanku, kekayaanku, kekasihku dan segalanya bagiku.

Yesus, kekasihku, ambillah semua milikku.

Doa kepada Bunda Maria

Bunda Maria, engkau mengundang semua anakmu yang membutuhkan bantuan. Engkau adalah ibu dari semua keibuan yang menyejukkan. Nieemberg berkata: “Semua ibu yang penuh kasih adalah cerminan keibuan Bunda Maria! Ibu kita semua, ibuku, ibu jiwaku!” Bunda, engkau mengasihiku, dan rindu menyelamatkan aku. Bunda tunjukkan kiibuanmu kepadaku. Buatlah aku senantiasa ingat akan engkau. **

Yohanes Haryoto SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.