Buah Dada yang Bernas!
(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)
“Aku mengalirkan keselamatan seperti sungai,
kekayaan seperti batang air yang membanjir;
kamu akan menyusu, akan digendong,
akan dibelai-belai di pangkuan”
(Yesaya 66:12)

“Aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku” (Wahyu 1:12). Demikian juga Yesus dalam Sakramen Mahakudus memanggil kita untuk menikmati rahmat-Nya seperti anak yang menyusu ibunya dengan “buah dada yang bernas, penuh dengan air susu yaitu rahmat belas kasih; Ia ingin curahkan sumber kehidupan atas kita, seperti seorang ibu yang sayang akan anaknya; Ia mencari dan memanggil-manggil anak-Nya. Ia memanggil kita untuk menyusuinya, “Kamu akan menyusu, digendong, dan dibelai-belai di pangkuan-Nya” (Yesaya 66:12).
Dalam Sakramen Mahakudus, Fr. Alvarez melihat Yesus dengan tangan yang penuh rahmat dan mencari mereka yang Ia rindukan. Oh, kekasihku, anak tunggal Bapa yang kekal, aku tahu bahwa hanya Engkau yang pantas dicintai. Aku ingin mencintai-Mu seperti Engkau telah mencintaiku. Aku tahu bahwa aku telah melukai-Mu, mengabaikan kasih-Mu dan aku enggan mendekati-Mu.
Aku mendengar seruan-Mu, “Anak-Ku, berikanlah hatimu kepada-Ku!” “Engkau harus mengasihi Aku, Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu” (Matius 22:37). Aku tahu bahwa itu ajakan-Mu yang sangat berarti untuk hidupku. Bila aku tidak datang kepada-Mu, aku bisa terpisah dari pada-Mu. Bila aku tidak bertobat dan mengarahkan seluruh kerinduanku pada-Mu, aku bisa Kaulemparkan ke dalam neraka. Oh Tuhanku, aku akan melakukannya.
Beruntunglah aku! Kepada-Mu aku angkat jiwaku; aku serahkan diriku kepada-Mu; aku mengasihi-Mu, Oh Tuhan. Dalam Engkau semua baik, semua penuh kasih. Aku pilih Engkau ya Raja dan Allahku. Engkau menghendaki itu dan kehendakku kuserakan kepada-Mu. Aku sadar hatiku sering dingin dan keras tetapi Engkau tetap menerimanya dan Engkau pasti mengubahnya.
Ubahlah aku oh Tuhanku, ubahlah aku. Aku tidak lagi memiliki keberanian untuk membanggakan diri atau menyombongkan diri. Hanya dengan kasih kecilku aku mendekati kebaikan-Mu yang tanpa batas dan sangat mencintaiku. Mampukan aku dari hari ke hari semakin memperbaiki kesalahanku dalam mencintai-Mu.
Doa kepada Bunda Maria
Oh, Tuhanku, aku rindu mencintai-Mu. Aku rindu mencintai-Mu. Sungguh aku rindu mencintai-Mu. Bunda Maria, engkaulah bundaku. Bunda yang penuh belaskasih, engkau bersukacita bila bisa membantu dan menghibur jiwa yang menderita! Bernardine berkata, “Ia ingin berbuat baik dan melindungi kita; mengabulkan doa-doa kita!” Bunda Maria, engkaulah harapanku! **
Yohanes Haryoto SCJ
