Ibu Pinem: ‘Djuono, aku seneng kowe didadike pelayane Gusti’

Mewakili keluarga Ibu Kristina Pinem dan Alm. Bapak Antonius Paiman (orang tua Romo Boni), Bapak Pangadi menyampaikan sambutannya.

Ibu Kristina Pinem menatap jenazah putranya | Foto: Maria Sy.vista/ Komisi KOMSOS KAPal

“Dari hati kami terdalam, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapa Uskup yang telah menerima Romo Boni sebagai imam diosesan Keuskupan Agung Palembang selama 30 tahun. Terima kasih para imam yang telah menjadi sahabat Romo Boni selama pelayanannya. Terima kasih pada para dokter dan suster RS RK Charitas yang merawat Romo Boni sejak jatuh sakit hingga dipanggil Tuhan. Terima kasih para umat yang memberikan dukungan kepada Romo Boni selama hidup hingga akhir hayatnya,” katanya.

Satu ungkapan yang meneguhkan keluarga adalah ketika sang ibu dengan tegar mengatakan ‘Djuono, aku seneng kowe didadike pelayane Gusti’ (Djuana, aku senang kamu dijadikan pelayan Allah), di samping peti jenazah.

Bapak Pangadi mewakili keluarga menyampaikan kata sambutannya | Foto: Maria Sylvista/ Komisi KOMSOS KAPal

“Kami bangga boleh mempersembahkan putra terbaik kami menjadi pelayan di Keuskupan Agung Palembang. Djuana, kami tahu perjuanganmu untuk menjadi imam sangat panjang dan banyak tantangan, tapi kamu sudah menunjukkan kesetiaanmu hingga akhir. Djuono, perjuanganmu lan rampung. Ibu lan saudaramu wis ikhlas. Mangkatno. Doakan ibumu dan saudara-saudaramu,” kata Pak Pangadi mengakhiri sambutan.

** Maria Sylvista

Leave a Reply

Your email address will not be published.