‘Imamnya Orang Kecil’ Telah Berpulang ke Rumah Bapa

Hujan yang turun sejak dini hari tak menghalangi niat umat untuk menghadiri Misa Requiem bagi RD Bonifasius Djuana di Gereja Santo Yoseph pada Kamis (18/1), pagi itu. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono, didampingi oleh Mgr. Aloysius Sudarso SCJ dan uskup terpilih Keuskupan Tanjung Karang Mgr. Vincentius Setiawan Triatmojo. Para imam di Keuskupan Agung Palembang memberikan penghormatan terakhir kepada Romo Bonifasius dalam Misa Requiem ini. Tak hanya para uskup, imam, biarawan/ biarawati, umat dari berbagai daerah yang mengenal baik Romo Boni, turut hadir dalam Misa Requiem.

Uskup Agung Harun mendupai jenazah RD Boni | Foto: Maria Sylvista/ Komisi KOMSOS KAPal

Seluruh umat yang mengenal Romo Boni pasti setuju, bahwa beliau adalah sosok imam yang sederhana dan rendah hati. Semua orang tidak berkutik di bawah nasehat Romo Boni, yang bahkan kata-katanya sederhana. Senyumnya melunakkan semuanya. Romo ini dikenal sebagai romo yang tidak pernah marah, bisa menerima semua orang tanpa terkecuali. Diejek pun dia hanya tersenyum. Hal itu dikenangkan oleh Mgr. Harun dalam homilinya.

“Romo Boni, seorang gembala yang kebapakan. 23 tahun melayani orang kecil. Memperhatikan agar tak seorangpun luput dari perhatian kita bersama. Ketulusan hati Romo Boni bekerja dengan melihat bahwa di dalam setiap orang adalah Kristus sendiri yang ia layani. Barangkali beliau sudah bisa mengatakan ‘sudah selesai’ seperti Yesus di atas kayu salib. Kata-kata yang penuh tanggung jawab setelah melakukan semuanya, sekarang sudah selesai,” tutur bapak uskup.

Ratusan umat memenuhi Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph Palembang untuk merayakan Ekaristi Requiem bagi RD Boni | Foto: Maria Sylvista/ Komisi KOMSOS KAPal

Mgr. Harun mengajak umat merenungkan kisah dalam Kitab Kejadian 32: 22-32. Dalam kisah tersebut diceritakan bahwa Yakub bergumul dengan Allah. Sama halnya seperti Romo Boni. Ketika ia mengalami sakit, ia tidak mengatakan kepada siapapun. Ketika sakit, ia tetap menjalankan tugasnya. Allah menempatkan diri selaku yang kalah demi kejayaan Yakub; seperti Romo Boni, seorang imam yang melayani tanpa pamrih, tanpa pilih kasih. Allah merendahkan diri serendah-rendahnya untuk melayani manusia, seperti Romo Boni yang melayani kita semua.

“Saya percaya pada Allah yang Mahakuasa, tapi saya tidak percaya pada Allah yang arogan, sombong. Saya percaya pada Allah yang mempunyai perasaan, mencintai semua orang dengan cinta yang tanpa batas. Allah yang Mahabaik ini mewahyukan dirinya pada Yesus. Dan itu dikerjakan oleh Romo Boni. Kita berterimakasih atas segala karya Romo Boni. Selamat jalan Romo Boni,” kata Mgr Harun menutup homilinya.

Sebelum memberikan berkat penutup, para imam unio memberikan penghormatan dan ungkapan selamat jalan bagi Romo Boni diiringi lagu Engkaulah Imam Selamanya yang ditulis oleh Lala Gozali.

** Maria Sylvista

Leave a Reply

Your email address will not be published.