Romo David Buntoro SCJ
Romo Paroki Gereja Allah Maha Murah, Pasang Surut
“Harapan saya, seperti nama paroki ini Allah Maha Murah. Saya berdoa supaya umat di paroki ini jadi murah hati, ora do pelit seperti Allah yang Maha Murah, Ngono. Selain itu, saya berharap agar rencana pembangunan gereja dapat selesai dengan baik dan selamat, banyak orang tergerak untuk menjadi donatur yang membantu pembangunan. Namun saya berharap bahwa yang dibangun tidak hanya gereja secara fisik, namun Gereja secara rohani. Saya berharap juga agar umat di paroki ini semakin maju, semakin semangat, segar dan kompak. Seperti tema ulang tahun paroki kita: Madhep Mantep Mbangun Greja.”
Emanuel Budi Suryanto
Emanuel Budi Suryanto atau lebih akrab disapa Pak Budi. Beliau adalah salah satu warga paroki Allah Maha Murah yang barasal dari Mekarti.
“Harapan saya, semoga Gereja di usia ke-40 tahun ini dapat semakin dewasa, lebih mandiri dan bisa merangkul kelompok-kelompok yang ada di lingkungan, wilayah dan stasi. Semoga dengan kedewasaan usia paroki kita, apa yang dicita-citakan umat dapat tercapai.”
Marselina Eni
Marselina Eni atau lebih sering dipanggil Mbak Eni adalah seorang umat yang berasal dari daerah Karang Agung dan sejak tahun 2013, ia telah bekerja di Pastoran, membatu mengurus kehidupan rumah tangga para romo yang ada di paroki.
“Harapan saya di usia Gereja ke-40 tahun ini, umat dapat semakin berkembang dan hubungan umat dengan pastor itu dapat semakin dekat, jadi semakin terasa kekeluargaannya.”
Maria Margareta Suwatini
Maria Margareta Suwatini atau lebih akrab disapa Bu Wati merupakan salah satu umat dari Lingkungan St. Andreas, Jembatan 1.
“Harapan saya agar gereja semakin berkembang dan semoga umatnya memiliki iman yang tangguh dan kuat, serta bertumbuh dalam semangat cinta kasih.”
F.X. Sutrisno Hadi
Fransiskus Xaverius Strisno Hadi adalah salah satu umat yang berasal dari Lingkungan St. Yoseph. Saat ini beliau juga terlibat dalam Dewan Pastoral Paroki di Gereja Allah Maha Murah, Pasang Surut.
“Saya berharap, agar seperti tema perayaan ulang tahun kita yakni Madhep Mantep Mbangun Greja, dalam arti membangun gereja tidak hanya secara fisik tetapi membangun Gereja secara rohani juga. Saya berharap agar semua umat di paroki ini dapat semakin berkembang dan maju dalam kegiatan-kegiatan Gereja. Selain itu, saya juga berharap agar muncul katekis-katekis baru untuk karya pewartaan di Gereja.”
Ibu Yuli dan Kawan-kawan
Ibu Yuli bersama dengan beberapa ibu-ibu lainyakni Bu Siti, Bu Lastri, Bu Nani, Bu Nani, Bu Ningsih, Bu Liyanti merasa sangat nyaman dan asik hidup berdampingan dengan romo-romo dan umat Katolik di Gereja, Jalur 20. Di usia gereja yang ke-40 tahun itu mereka berharap agar
“Gereja semakin jaya, semakin maju, semakin rukun dengan maryarakat, menjaga persatuan dan kekompakan dengan semua umat dan warga yang beragama lain, dan semoga para romonya dapat semakin sehat.”
Bartolomeus Sutrisno
Bartolomeus Sutrisno atau lebih akrab disapa Pak Tris merupakan salah satu warga dari Lingkungan St. Andreas, Jembatan 1 yang dipercaya untuk menjadi ketua pelaksana perayaan ulang tahun paroki yang ke-40 tahun.
“Tema perayaan ulang tahun paroki kita adalah Madhep Mantep Mbangun Greja, artinya saya berharap agar kita semua dapat fokus pada pembangunan Gereja, bukan hanya secara fisik tapi juga umatnya. Saya sebagai umat berharap agar paroki dapat berkembang lebih baik, umatnya bertambah, serta dapat semakin rukun dengan masyarakat.”







