Romo, Suami Saya Tiba-tiba Jadi Pendiam!

Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang waktu menikah masih duduk di bangku kuliah. Ketika itu suami juga masih duduk di bangku kuliah. Setelah menyelesaikan studinya di universitas, suami saya langsung mendapatkan pekerjaan setelah setahun kami menikah. Kami berdua dibiayai oleh orangtua. Untunglah waktu itu kami belum punya anak. Saya mengandung anak pertama bertepatan dengan ujian negara saya. Syukurlah saya lulus. Setelah lulus saya diterima bekerja di sebuah perusahaan.

Selama ini gaji suami saya cukuplah untuk membiayai hidup sehari-hari. Sedangkan gaji saya digunakan sebagai tabungan keluarga. Sepulang kerja saya sering merasa kesal. Suami saya tidak mau diajak berbelanja ke mall sebagai refreshing setelah satu minggu bekerja. Dia juga selalu menolak kalau diajak berlibur ke suatu daerah atau pergi ke diskotik untuk melepaskan rasa lelah.

Tetapi ia lebih sering diam dan lebih senang berkebun. Ia senang memelihara binatang di rumah. Karena itu, saya sering merasa kesal. Sehabis kerja, saya lebih suka memilih berkumpul bersama-sama teman di kantor daripada pulang ke rumah. Saya bingung menghadapi masalah ini, romo. Saya mohon bantuannya untuk mengatasi masalah keluarga saya ini. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih, romo.

Kristin di Padang

Suami jadi pendiam | Foto: Tabloid KOMUNIO/ KOMSOS KAPal

Kristin yang sedang resah dengan suami. Romo memahami persoalan Anda. Romo melihat bahwa ini sebenarnya suatu persoalan yang sering dihadapi oleh banyak keluarga. Setiap keluarga mengidealkan suatu bentuk relasi tertentu antara suami istri dan anak-anak.
Namun yang Kristin hadapi adalah suami kurang pergaulan. Suami tidak suka berbelanja ke mall sebagai refreshing. Suami juga menolak untuk berlibur. Tampaknya Kristin kurang mendapatkan perhatian. Malahan suami Anda lebih suka sibuk dengan piaraannya di rumah. Ia lebih suka berkebun.

Mencermati perkawinan Anda yang sudah terjadi sejak di bangku kuliah, Romo menebak Anda berdua sudah cukup saling mengenal dalam hal kepribadian Anda masing-masing. Memang Anda menghendaki agar suami Anda mau diajak berbelanja, berlibur atau ke diskotik seperti dulu ketika Anda berdua masih pacaran. Tetapi soalnya sekarang bagi suami Kristin adalah lain. Ia telah berubah.

Masa belanja ke mall, liburan ke tempat lain atau diskotik itu sudah lama berlalu. Mungkin baginya masa-masa itu hanyalah nostalgia di masa lampau. Baginya, lebih baik menekuni tanaman-tanaman di kebun atau merawat binatang-binatang piaraannya untuk refreshing. Karena itu, Romo merasa bahwa Kristin terlalu cepat menvonisnya. Semestinya Kristin menanyakan alasan-alasan mengapa kini dia lebih diam dan lebih bergumul dengan hobby berkebun dan merawat binatang piaraannya.

Karena itu, Romo mengusulkan kepada Kristin agar mencari tahu terlebih dahulu alasan-alasannya. Keputusan Kristin untuk kumpul-kumpul bersama teman di kantor setelah bekerja itu suatu jalan keluar yang kurang bijaksana. Mungkin sekarang Kristin merasa tidak punya tanggungan lagi karena anak-anak sudah besar. Ini hanya suatu bentuk pelarian. Semestinya Kristin menghadapi persoalan yang ada. Kristin mesti lebih terbuka terhadap suami. Dengan demikian persoalan-persoalan suami yang ‘kuper’ itu dapat diatasi.

Ketika Anda melarikan diri dari suatu persoalan sebenarnya Anda menciptakan persoalan baru. Mungkin Anda merasa sudah beres dengan menghindar dari persoalan-persoalan. Tetapi sebenarnya persoalan tetap ada dan mungkin suami Anda akan tersinggung. Mungkin akan timbul berbagai macam pikiran kurang baik dalam benak suami tentang Anda.

Kalau suami menekuni hobby berkebun dan merawat binatang-binatang di rumah itu kan baik. Mungkin ia merasa lebih baik waktu-waktu luangnya itu digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Jadi tanyakanlah persoalan sebenarnya. Sering orang mengambil kesimpulan-kesimpulan yang terlalu jauh ketika melihat seseorang itu diam.

Demi kelangsungan hidup keluarga Anda, persoalan ini dapat dihadapi dengan hati yang tenang dan penuh kedewasaan. Jangan terlalu cepat menuduh salah satu pihak, karena tuduhan-tuduhan tanpa bukti yang jelas akan merunyamkan perkawinan Anda berdua.

Dengan demikian suami Anda akan lebih mencintai Anda ketimbang kebun dan binatang piaraannya. Jangan sampai terjadi suami Anda lebih mesra menyapa binatang-binatang piaraannya. Namun terhadap Anda dia malah membentak. Kan sayang sekali. Anda mesti merebutnya kembali dengan penuh kesabaran dan kesetiaan. Berkat Tuhan selalu menyertai keluarga Anda. **

V. Teja Anthara SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.