Rahmat Kebaikan bagi Sesama

Setiap orang membutuhkan pertolongan dari sesamanya. Hal ini menjadi rahmat yang memberikan hidup yang berlanjut.

Ada seorang bapak yang terkenal sebagai orang yang sangat kikir di kampungnya. Dia tidak mau mengulurkan tangannya bagi sesamanya yang menderita. Dia tidak ingin kehilangan hartanya bagi orang lain. Padahal dia dikenal sebagai orang yang kaya di kampungnya. Orang mengatakan bahwa kalau dia memberi seperempat dari hartanya, dia masih memiliki harta yang sangat banyak.

Namun suatu hari ada seorang tetangga kampung mendatangi rumahnya. Orang itu berkeluh kesah tentang kesulitan hidupnya. Dia berharap orang kikir itu mau membantunya. Orang yang kikir itu mendengarkan dengan penuh perhatian keluh kesah orang itu.

Lantas orang yang kikir itu mengambil uang sebanyak sepuluh juta rupiah. Dengan penuh terharu, dia menyerahkan uang itu kepada orang yang berkeluh kesah itu. Namun orang itu menolaknya. Dia tidak mau menerima uang itu.

“Saya hanya ingin tahu tentang orang-orang yang selalu mengatakan bahwa Anda orang yang kikir. Ternyata mereka salah. Anda adalah orang yang mau mendengarkan keluh kesah orang lain. Anda mau memberi dari yang Anda punya,” kata orang itu.

Berbuat baik | Foto: www.pickthebrain.com

Kesalahpahaman sering terjadi dalam hidup bersama. Orang mudah menilai sesamanya secara negatif, karena kurang paham atau belum mengenal secara lebih baik. Akibatnya, terjadi kurang harmonisnya hidup bersama. Terjadi kasak-kusuk dalam hidup bersama. Bisa saja terjadi iri hati yang berujung pada pertengkaran demi pertengkaran.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk tidak mudah menilai seseorang dalam hidup bersama. Bisa saja penilaian kita itu keliru. Orang yang dinilai kikir itu ternyata memiliki hati yang mudah tersentuh. Dia mampu mendengarkan keluh kesah tentang penderitaan orang lain. Tidak hanya hatinya yang tersentuh, namun tangannya pun tergerak untuk memberikan bantuan bagi sesamanya.

Dalam hidup bersama, kita mesti peka terhadap kondisi hidup sesama kita. Mengapa? Karena setiap orang memiliki situasi dan kondisi yang berbeda. Setiap orang memiliki keprihatinan hidup sendiri yang membutuhkan dukungan dari sesamanya. Untuk itu, orang mesti membuka hatinya kepada sesamanya.

Mari kita terus-menerus membantu sesama kita yang membutuhkan pertolongan. Dengan demikian, hidup bersama menjadi rahmat yang memberi kekuatan kepada sesama kita. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.