Saya seorang perempuan berusia 25 tahun. Sudah tiga tahun ini saya berpacaran dengan A. Dia adalah pacar pertama saya. Mengingat usia saya sudah masuk usia nikah, saya tidak berniat putus hubungan dengan si A. Lagi pula mencari pasangan hidup kan tidak mudah?
Tapi ada hal yang menganjal di hati saya. Si A masih ingin bebas dan senang bepergian dengan teman-teman wanitanya. Kadang hanya berdua saja. Si A sering ditelephon, dikirimi surat, bahkan sampai dicium oleh teman-teman wanitanya itu.
Si A tidak pernah memperkenalkan saya dengan teman-temannya atau orangtuanya. Dia hanya bilang bahwa ia sudah punya pacar. Dia takut kalau saya nantinya judes pada teman-temannya dan orangtuanya. Apakah ia dapat setia setelah menikah?
Agustina M.

Agustina yang sedang merindukan kesetiaan sang kekasih. Memang terasa sakit hatimu ketika melihat sang kekasih yang naksir Anda duluan, tetapi masih tetap menggaet cewek-cewek lain. Saya dapat membayangkan betapa hatimu luluhlantak ketika Anda menyaksikan sang kekasihmu bermesraan-berciuman dengan perempuan lain. Tentu sebagai seorang perempuan Anda sulit menerima hal ini.
Perlu disadari, waktu pacaran itu bukan harga mati untuk menikah. Banyak orang yang menikah dengan pacar kedua, ketiga atau kesekian. Orang belum terikat dalam masa pacaran itu. Jadi dalam hal ini Anda dituntut untuk tidak terlalu memaksakan diri untuk mengikat diri dengan lelaki tertentu ketika masa pacaran. Masa pacaran itu masa untuk saling melihat-lihat.
Ibaratnya Anda berada dalam sebuah toko serba ada (toserba). Anda punya banyak pilihan. Anda tidak harus memilih salah satu dari yang dijual dalam toserba itu. Kalau cocok dengan hati Anda, baru Anda dapat memilih atau membeli. Kalau tidak cocok sama sekali, apa gunanya dipilih? Nah, kalau Anda memaksakan, Anda akan menemukan kesulitan-kesulitan lebih besar di kemudian hari. Anda dituntut untuk pandai-pandai ketika masuk ke dalam sebuah toserba itu.
Sebenarnya Anda sendiri sudah dapat menilai kesetiaan macam apa yang akan Anda peroleh dari pacar Anda itu. Suatu kebiasaan yang dihidupi terus-menerus itu sulit untuk dilepaskan. Kalau pacar Anda sudah membiasakan diri untuk gonta-ganti pacar, alangkah berbahayanya kelak kalau Anda berdua mesti membangun sebuah rumah tangga. Maka Anda perlu hati-hati.
Jangan terlalu gegabah dalam mengambil keputusan. Ingat, kalau sekarang Anda salah memutuskan, akan menjadi bumerang bagi Anda. Sebagai orang kristiani, saya menyarankan agar Anda berkonsultasi juga dengan para pastor yang Anda kenal baik. Mungkin mereka akan memberikan pandangan yang cespleng untuk Anda sebelum melangkah lebih jauh.
Keputusan untuk hidup bersama dengan kekasih Anda itu akan berakibat untuk seumur hidup. Saya mengusulkan agar Anda memikirkan baik-baik sebelum menjatuhkan pilihan pada sang pacar yang belum Anda tahu betul kadar kesetiaannya. Romo mendoakan semoga Agustina selalu bersama Tuhan dalam memutuskan pilihan. Tuhan memberkatimu.
Anda dapat melanjutkan refleksi Anda dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
Pertama, menurut Anda masa pacaran itu apa?
Kedua, menghadapi pacar yang playboy atau playgirl, apa yang mesti Anda lakukan?
Ketiga, mengapa Anda masih berpacaran dengan orang yang playboy atau playgirl, padahal Anda sudah mengetahui tabiat pacar Anda itu? **
V. Teja Anthara SCJ
