Romo Sapta Tak Pernah Mengeluh Atas Tugas Perutusan

Usai sudah perjalanan hidup Rm. Alexander Sapta Dwihandoko SCJ di dunia ini. Setelah dua hari disemayamkan di Gereja St. Fransiskus de Sales, Kamis (25/5/2023) yang lalu Romo Sapta akan dihantarkan ke peristirahatan yang terakhir di Pemakaman Taman Getzemani Charitas Palembang. Sebelumnya diadakan Misa Requiem pada pukul 09.00 WIB yang dipimpimpin langsung oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Ribuan umat turut hadir ingin menghantar kepergian Romo Sapta dengan doa.  

“Kematian bisa terjadi kapan saja dan dengan cara dan alasan apa saja.  Hal yang penting adalah bagaimana kamu hidup hari ini didunia ini. Tak perlu merisaukan hari esok karena hari esok belum datang. Tak perlu juga merisaukan hari kemarin karena hari kemarin sudah lewat,” tutur Mgr. Harun.

Mgr. Harun memberkati jenazah Romo Sapta | Foto: Majalah FIAT/ KOMSOS KAPal

Ia juga mengingatkan kepada seluruh umat dari berbagai kalangan usia untuk berhati-hati dan selalu jaga diri sebab kita manusia adalah makhluk yang limited editon.

“Seorang bijak lain mengatakan barangkali dalam upacara ini kita merupakan ciptaan model tahun 50-an. Sehingga harus diingat onderdil untuk cetakan tahun itu tidak ada lagi stoknya. Karena itu berhati-hatilah dan jaga diri. Tetap ingat bahwa kita ini limited edition.  Sebenarnya bukan hanya kelahiran tahun empat puluh, lima puluh dan enam puluh tapi setiap kita adalah limited edition. Karena itu Allah sangat menyayangi manusia. Sehingga Allah sendiri yang menebus kita melalui putranya.  Melalui kasih yang tanpa batas dan tanpa pamrih,” kata Mgr. Harun

Pria yang berusia 58 tahun ini juga memberikan kiat supaya umat menyadari bahwa dirinya sebagai makhluk limited editon adalah hidup dengan penuh rasa syukur. \

Para pelayat misa bersama jenazah Romo Sapta | Foto: Majalah FIAT/ KOMSOS KAPal

“Bagaimana caranya menyadari bahwa kita adalah limited edition? Mari setia kepada Yesus sang penebus kita. Ikuti kata-kata-Nya, teladani sikap hidup dan perbuatan-Nya. Karena Dia sendiri lebih dahulu telah memberikan hidup-Nya bagi kita. Kemuridan kita hanyalah patut kita jalani dengan rasa syukur. Terimakasih kepada Tuhan yang telah menebus kita,” jelas Mgr. Harun.

Ia pun menagatakan bahwa di atas salib Yesus yang datang melaksanakan kehendak Allah, kata-kata terakhirnya adalah sudah selesai. Kata sudah selesai mengandaikan orang yang mengatakan itu sudah berada di ujung suatu tugas dan tugas itu sudah deselesaikan secara tuntas. Sudah selesai mengandung pengertian yang mendalam. Tanggung jawab dan ketaatan Yesus untuk mengurus semua yang diberikan Bapa-Nya agar tak seorang pun hilang. Yesus telah melaksanakan kehendak Allah sampai tuntas.

Pria yang juga akrab disapa Mgr. Yu ini juga mengajak umat untuk meneladani Yesus seperti Romo Sapta.

Romo Suparman memimpin ibadat penguburan Romo Sapta di Kolumbarium Taman Getsemani Charitas Pusat | Foto: Majalag FIAT/ KOMSOS KAPal

“Marilah kita meneladani dia seperti Romo Alexander Sapta Dwihandoko meneladani Kristus. Tak pernah mengeluh atas tugas dan pekerjaan yang besar apalagi yang kecil-kecil yang barangkali tidak memerlukan pemikiran atau kebijakan. Setiap ada yang kecil memungkinkan orang akan setia pada yang besar dan setiap ada yang besar dilakukannya dengan baik,” ucap Mgr. Yu.  

Dikenal sebagai sosok yang memiliki kedekatan personal dengan para konfraternya Romo Sapta sampai dipilih kembali setelah dua periode menjadi provinsial. Karena hatinya yang selalu mendengarkan, menyapa dan merangkul. Karena kedekatannya dengan setiap konfraternya, oleh karena itu dia yang mencintai dan dicintai oleh setiap anggotanya. Dia meneladani Kristus yang memberikan diri-Nya sehabis-habisnya tanpa pamrih dan pilih kasih sampai tuntas.

“Romo Sapta mempunyai kebiasaan istirahat lebih setelah pekerjaan yang menguras tenaga dan pikiran dan konfraternya memakluminya. Istrahat yang dikatakan kepada konfrater beliau adalah pamitan. Dia ingin beristrahat bersama dengan Allah yang diimani, dicintai dan yang perutusan-Nya dia kerjakan dengan tuntas sampai selesai.”

Romo Suparman memberkati tempat peristirahatan Romo Sapta | Foto: Majalah FIAT/ KOMSOS KAPal

“Semoga Romo Sapta bahagia bersama Allah. Menjadi pendoa bagi kita, pendoa kongregasi dan gereja. Romo Sapta, selamat jalan. Salam kami kepada Bapa, Putra dan Roh Kudus. Salam kami kepada para kudus para pendoa kami. Salam kami kepada Bunda Maria dan doakan kami,” pungkas Mgr. Yu.

**Kristina Yuyuani Daro

Leave a Reply

Your email address will not be published.