Paus Fransiskus berdoa bagi para korban konflik bersenjata di Palestina, Israel, Ukraina, dan Rohingya yang teraniaya, serta menegaskan kembali solidaritasnya terhadap para korban gempa bumi dan tabrakan pesawat di Jepang.
Paus Fransiskus berdoa untuk perdamaian di dunia dan bantuan bagi para korban perang, seraya mengingatkan bahwa “perang adalah kegilaan” dan selalu merupakan “kekalahan” bagi umat manusia.

Doa untuk Korban Perang
Di hadapan para peziarah pada akhir katekese Audiensi Umum pertamanya tahun ini, Paus Fransiskus meminta doa bagi tragedi yang terjadi di Palestina dan Israel, dan perang di Ukraina, yang kini hampir memasuki tahun ketiga. Pada saat yang sama, beliau mengatakan kita harus mengingat para korban perang di banyak belahan dunia lainnya, dan secara khusus meminta agar kita tidak melupakan saudara-saudari Rohingya yang menderita penganiayaan.
Membuka Hati Kita
Saat berpidato di depan para peziarah dari Polandia, Paus mengajak umat beriman untuk mengingat orang-orang yang berpindah karena perang dan kemiskinan, dan berdoa agar Tuhan “memberi kita hati yang peka terhadap kebutuhan orang miskin, pengungsi dan korban perang.
“Melalui perantaraan Maria, Bunda Allah,” tambahnya, “aku memohon kepada Tuhan karunia kedamaian, dan aku memberkatimu dari hatiku!”
Bantuan untuk Korban Gempa Jepang
Usai katekese dalam bahasa Inggris, Paus memanjatkan doa bagi para korban dan penyelamat mereka yang terkena dampak gempa bumi di Jepang, juga mengenang pekerja kru penyelamat yang tewas dalam tabrakan pesawat di Tokyo.
Jumlah korban tewas akibat gempa Tahun Baru meningkat menjadi 64 orang, namun situasinya sangat tidak stabil. Badan meteorologi Jepang telah memperingatkan kemungkinan gempa susulan yang berbahaya. Gempa tersebut diperkirakan mencapai magnitudo 7,6 yang melanda semenanjung Noto pada Hari Tahun Baru, menyebabkan kerusakan yang signifikan.
Pada hari Selasa, sebuah Airbus Japan Airlines bertabrakan dengan pesawat Penjaga Pantai yang memuat barang-barang darurat untuk daerah yang terkena gempa, menewaskan empat dari lima awak Penjaga Pantai di dalamnya. Seluruh penumpang dan awak Japan Airlines yang berjumlah 379 orang selamat, dan dengan cepat menyelamatkan diri dari kecelakaan yang terjadi tepat waktu melalui perosotan evakuasi.
Uskup Agung Tarcisius Isao Kikuchi dari Tokyo telah meyakinkan dukungan Gereja lokal bagi mereka yang terkena dampak gempa bumi. Gereja telah mengaktifkan tim dukungan tanggap darurat yang bekerja sama dengan Caritas Jepang. **
Thaddeus Jones (Vatican News)
Diterjemahkan dari: Pope remembers victims of conflicts, saying war is madness
Baca juga: Bacaan Liturgi Kamis, 04 Januari 2024

One thought on “Paus Mengenang Para Korban Konflik, dengan Mengatakan Perang Adalah Kegilaan”