Paroki Santo Petrus Palembang: 22 Tahun Berkembang Pesat

Kebahagiaan menyelimuti umat Paroki Santo Petrus yang merayakan 22 tahun berdirinya gereja mereka. Seluruh euforia disatukan dalam perayaan ekaristi pada Minggu (23/2) yang dipimpin oleh Romo Vikjen, Romo Yohanes Kristianto, Pr. Dalam perayaan syukur ini hadir pula Uskup Emeritus Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ yang meresmikan Paroki Santo Petrus 22 tahun lalu. Selain itu, hadir Romo Agustinus Setya Aji, SCJ yang merupakan salah satu perintis berdirinya gereja ini.

Selama 22 tahun, paroki ini semakin berkembang dan banyak keluarga muda yang bergabung. Perkembangannya akan semakin pesat terlihat dari pertumbuhan anak-anak dan kaum muda yang semakin meningkat.

Romo Vikjen mengatakan bahwa seluruh umat perlu bersyukur atas perkembangan pesat ini.

“Paroki ini menjadi pilar gereja Keuskupan Agung Palembang. Perayaan ini mengajak kita menemukan sesuatu yang berarti dan berharga. Di mana kita bisa menemukannya? Dari sosok yang harusnya melekat di hati kita, yaitu Santo Petrus,” tuturnya.

Romo Vikjen menyampaikan homilinya. | Foto: KOMSOS KAPal

Santo Petrus dapat dijadikan inspirasi untuk umat Kristiani, khususnya umat Paroki Santo Petrus.  Petrus dipanggil oleh Yesus dengan latar belakangnya yang ahli dalam menangkap ikan. Ia masuk dalam proses pengolahan dan pembinaan dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Begitu ia menjawab iya, tidak otomatis semuanya berjalan dengan baik.

“Santo Petrus bisa menjadi inspirasi bagi kita sebagai pribadi kristiani. Kita tahu bahwa kita sudah disaturagakan dengan Kristus. Pengalaman Santo Petrus bisa menjadi pengalaman kita saat mengalami krisis dan memiliki keraguan ikut Kristus,” kata Romo Vikjen.

Kehilangan kepercayaan dan identitas diri adalah hal biasa yang terjadi. Terinspirasi dari Santo Petrus kesempatan itu menjadi momen penting untuk kembali menegaskan bahwa kita adalah murid Kristus.

Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Vikjen. | Foto: KOMSOS KAPal

“Dua puluh dua tahun paroki ini penuh dinamika dengan karakternya masing-masing. Warna warni liturgi, ada persekutuan yang hidup antara anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Pertumbuhannya sangat besar. Kebersamaan dan persaudaraan lintas agama juga menjadi sesuatu yang khas dari paroki ini,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Romo Vikjen mengajak seluruh umat untuk saling bersinergi, terutama dalam menjalankan visi misi Bapa Uskup untuk menjadikan tahun ini sebagai tahun Komunitas Basis Gerejawi (KBG).

“Mari kita jadikan paroki ini pilar yang kokoh bagi gereja Keuskupan Agung Palembang. Kita seiring sejalan dalam kegembalaan Bapa Uskup. Kita diajak untuk satu hati dengan Bapa Uskup. Profisiat dan selamat atas 22 tahun berjalannya Paroki Santo Petrus. Kiranya Tuhan selalu menyertai,” kata Romo Vikjen menutup homilinya.

Usai perayaan ekaristi, seluruh umat diundang dalam pesta rakyat di halaman Pendopo Paroki Santo Petrus. Setiap lingkungan membawa beragam makanan dan umat dapat mencicipi. Selain itu, diumumkan juga pemenang lomba-lomba seperti lomba paduan suara dan voli campuran yang diadakan untuk menyongsong ulang tahun paroki. ** Maria Sylvista

Pemotongan tumpeng oleh pastor Paroki Santo Petrus, Romo Gregorius Wahyu Wurdianto, SCJ. | Foto: KOMSOS KAPal

Leave a Reply

Your email address will not be published.