“Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi… dan seumpama ragi yang diambil seorang perempuan…” (Matius 13:31,33)

Dalam perikop ini, Yesus menyampaikan dua perumpamaan tentang Kerajaan Sorga: biji sesawi dan ragi. Keduanya menggambarkan sesuatu yang kecil dan tersembunyi, tetapi menghasilkan dampak yang besar. Biji sesawi, yang awalnya sangat kecil, tumbuh menjadi pohon yang cukup besar untuk menjadi tempat berlindung bagi burung-burung. Ragi, meskipun sedikit, mampu mengubah seluruh adonan roti. Melalui perumpamaan ini, Yesus ingin menunjukkan bahwa karya Allah sering kali dimulai dengan hal yang tidak mencolok namun membawa hasil yang luar biasa.
Sering kali kita mengharapkan sesuatu yang besar, spektakuler, dan langsung tampak nyata ketika berbicara tentang pekerjaan Tuhan. Namun, Kerajaan Allah tidak selalu bekerja dengan cara yang kelihatan hebat dari awal. Sebaliknya, Allah senang memulai dari hal-hal yang kecil—seperti iman sebesar biji sesawi, sebuah langkah ketaatan, atau doa yang sederhana namun tulus. Hal-hal kecil itulah yang kemudian digunakan Tuhan untuk membawa perubahan besar dalam kehidupan kita maupun orang lain.
Perumpamaan tentang ragi mengajarkan kita bahwa pengaruh Kerajaan Allah bisa bekerja secara tersembunyi. Sama seperti ragi yang meresap dalam adonan dan membuatnya mengembang, Roh Kudus juga bekerja dalam hati manusia tanpa selalu terlihat dari luar. Kita mungkin tidak menyadari perubahan yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidup kita, tetapi seiring waktu, pertumbuhan itu akan menjadi nyata. Terkadang, prosesnya lambat, namun selalu pasti.
Pesan utama dari bacaan ini adalah kesetiaan dalam hal kecil dan keyakinan bahwa Tuhan sedang bekerja. Kita tidak boleh meremehkan awal yang kecil atau proses yang tampaknya lambat. Tuhan memanggil kita untuk setia menabur, mempercayai Dia yang memberi pertumbuhan. Dalam dunia yang terbiasa dengan hasil instan, Yesus mengajarkan kita untuk menghargai proses yang perlahan namun berdampak kekal.
Mari kita belajar untuk melihat dan menghargai karya Tuhan yang tersembunyi dalam hidup kita. Jangan patah semangat ketika hasil belum terlihat, karena Allah sedang menumbuhkan sesuatu yang besar dari hal-hal kecil yang kita serahkan kepada-Nya. Biarlah hati kita terbuka untuk menyambut pekerjaan-Nya, dan tangan kita tetap aktif melakukan bagian kita dengan setia. Amin.
Mari bermenung, Tuhan memberkati.
** Fr. Bednadetus Aprilyanto
