“Aku Adalah Kebangkitan dan Hidup”

Sang Sumber Kehidupan | Foto: Pinterest

Bacaan Yohanes 11:19-27 menggambarkan dialog mendalam antara Yesus dan Marta di tengah suasana duka atas kematian Lazarus. Marta, meskipun hatinya hancur, tetap menunjukkan iman yang luar biasa. Ia percaya bahwa Yesus dapat berbuat sesuatu, bahkan setelah kematian saudaranya. Dalam percakapan itu, Yesus menyatakan sabda yang penuh kuasa, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” Pernyataan ini menjadi inti iman Kristiani: bahwa Yesus adalah sumber kehidupan kekal yang tidak terkalahkan oleh maut.

Kisah ini mengajak kita untuk merenungkan arti iman yang sejati. Iman tidak diukur dari seberapa besar kita percaya saat keadaan baik, tetapi sejauh mana kita tetap teguh ketika berhadapan dengan kehilangan dan penderitaan. Dalam hidup kita, ada banyak “kematian” yang kita alami, entah itu kegagalan, rasa putus asa, atau hilangnya harapan. Namun Yesus selalu hadir, mengingatkan bahwa bersama-Nya, setiap kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan baru yang penuh harapan.

Pengakuan iman Marta, “Aku percaya bahwa Engkau adalah Mesias, Anak Allah,” adalah teladan bagi kita. Marta tidak hanya sekadar mengenal Yesus, tetapi ia mengimani bahwa Yesus adalah jawaban atas segala persoalan hidup, termasuk kematian. Iman seperti inilah yang memampukan kita untuk tetap percaya pada janji Tuhan, bahkan saat kita berada dalam situasi yang tampak mustahil. Kita dipanggil untuk menguatkan iman dengan terus mengenal Yesus lebih dalam melalui doa, sabda-Nya, dan pengalaman hidup sehari-hari.

Yesus yang adalah Kebangkitan dan Hidup tidak hanya berbicara tentang kebangkitan pada akhir zaman, tetapi juga kebangkitan setiap hari dalam hidup kita. Ia mampu membangkitkan semangat yang redup, harapan yang padam, dan cinta yang mulai hilang dalam hati kita. Dengan percaya kepada-Nya, kita tidak akan pernah berjalan sendirian, sebab kuasa-Nya menghidupkan dan memulihkan. Marilah kita membuka hati untuk semakin percaya kepada Yesus, agar hidup kita senantiasa dipenuhi dengan harapan dan sukacita meski menghadapi berbagai kesulitan.

Mari bermenung, Tuhan memberkati.

** Fr. Bednadetus Aprilyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published.