Renungan Harian, 7 Agustus 2025

“Mengenal Kristus dan Mengikuti Jalan-Nya”

Mengikuti Yesus | Foto: Pinterest

Dalam Injil Matius 16:13–23, Yesus bertanya kepada para murid, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Pertanyaan ini bukan hanya ditujukan kepada para murid dua ribu tahun yang lalu, tetapi juga kepada kita hari ini. Petrus menjawab dengan pengakuan yang luar biasa: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Jawaban ini bukan hasil dari pemikiran manusia, melainkan pewahyuan dari Bapa di surga. Di sini kita belajar bahwa iman yang sejati bukanlah hasil logika semata, tetapi buah dari relasi yang dalam dengan Allah.

Yesus lalu memberikan tugas besar kepada Petrus: membangun Gereja di atas dasar pengakuan imannya. Ini menunjukkan bahwa pengakuan iman bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan komitmen hidup yang membawa tanggung jawab besar. Ketika kita mengakui Yesus sebagai Tuhan, kita pun diundang untuk ikut serta dalam membangun Gereja, bukan hanya secara struktural, tetapi dengan menjadi batu hidup yang mewartakan kasih Allah melalui hidup kita.

Namun, yang menarik, setelah Petrus mengucapkan pengakuan iman yang agung itu, ia justru ditegur keras oleh Yesus karena menolak jalan salib. Petrus tidak bisa menerima bahwa Mesias harus menderita dan mati. Ini memperlihatkan bahwa memahami siapa Kristus tidak cukup hanya di level pengakuan, tetapi harus sampai pada kesediaan untuk mengikuti-Nya secara total, bahkan ketika jalan itu penuh penderitaan. Kadang kita juga seperti Petrus yang hanya mau Yesus yang mulia, tapi menolak salib.

Yesus mengajak kita untuk tidak menjadi batu sandungan, tetapi batu penjuru yang kokoh. Kita dipanggil untuk memurnikan iman kita dari gambaran palsu tentang Tuhan seperti Tuhan yang hanya memberi kemudahan dan kenyamanan. Iman sejati adalah kesediaan untuk mengikuti Kristus, memikul salib, dan percaya bahwa dalam setiap salib yang kita pikul, ada jalan menuju kebangkitan. Maka marilah kita terus belajar mengenal Kristus, bukan menurut keinginan kita, tetapi menurut kehendak-Nya yang menyelamatkan. Menurut kamu, siapa Yesus bagimu?

Mari bermenung, Tuhan memberkati. Amin

**Fr. Bednadetus Aprilyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published.