Renungan Harian Senin, 27 Juli 2026

Yer. 13:1-11; MT Ul. 32:18-19,20,21; Mat. 13:31-35

Menabur Kasih, Menuai Berkat

Saudara-saudari terkasih, melalui perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi, Yesus hari ini mengajarkan bahwa Kerajaan Allah sering kali hadir lewat hal-hal kecil yang tersembunyi. Biji sesawi yang sangat kecil dapat tumbuh menjadi pohon rindang tempat burung berteduh, dan ragi yang tidak terlihat mampu mengubah seluruh adonan hingga mengembang sempurna. Kisah ini mengingatkan kita bahwa karya keselamatan Allah tidak selalu datang dalam kemegahan yang riuh, melainkan bekerja secara senyap namun pasti melalui ketulusan doa, kebaikan sederhana, serta kesetiaan kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Di tengah dunia yang sering kali mengukur segala sesuatu dari hasil yang besar dan instan, sabda Tuhan hari ini meneguhkan kita agar tidak berkecil hati saat usaha atau pelayanan kita tampak tidak dihargai. Setiap teladan hidup dan doa orang tua untuk anak-anaknya, kejujuran kaum muda di tengah godaan zaman, hingga pelayanan umat yang dilakukan tanpa pujian, adalah benih-benih iman yang sangat berharga di mata Tuhan. Tidak ada ketulusan yang sia-sia, karena Allah sendiri yang bekerja di dalam diri kita untuk menumbuhkan dan menyempurnakan setiap niat baik tersebut.

Saudara-saudari terkasih, lebih dari sekadar berdiam diri, kita semua diutus untuk menjadi “ragi” yang membawa perubahan positif di dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat. Pengaruh kita mungkin terasa kecil dan tidak langsung terlihat, namun jika kita setia menghadirkan sikap saling menghormati, mengampuni, serta mengulurkan tangan bagi mereka yang lemah, perlahan tapi pasti lingkungan sekitar kita akan diubah menjadi lebih penuh kasih, adil, dan damai. Kerajaan Allah bukanlah sesuatu yang jauh di awan-awan, melainkan nyata dan berbuah di dalam hati dan tindakan praktis kita.

Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan satu doa yang dipanjatkan, satu senyuman yang dibagikan, atau satu pengampunan yang diberikan dengan tulus. Di tangan Tuhan, hal-hal kecil yang kita tabur dengan penuh kasih dapat diubah menjadi berkat yang luar biasa bagi sesama. Marilah kita terus melangkah dengan setia, menjadi penabur kebaikan dan ragi damai, seraya percaya bahwa Allah sendiri yang akan menumbuhkan serta menyempurnakan karya-Nya yang indah pada waktu-Nya. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Krisna Kilo

Leave a Reply

Your email address will not be published.