Paus Orang Muda Timor-Leste: Kebebasan Berarti Memilih untuk Menghormati Orang Lain

Paus Fransiskus mengakhiri kunjungan tiga harinya ke Timor-Leste dengan bertemu dengan kaum muda, dan mendesak mereka untuk menjadi protagonis yang bertanggung jawab dan bebas bagi masa depan bangsa mereka.

“Saya punya dua nasihat untuk kalian: jangan buat kekacauan dan hormati orang yang lebih tua!”

Paus Fransiskus menyampaikan nasihat tersebut pada hari Rabu saat ia bertemu dengan kaum muda Timor-Leste di ibu kota, Dili. Pertemuan tersebut diadakan di Congress Centre dan merupakan acara publik terakhir dari Perjalanan Apostolik Bapa Suci ke Timor-Leste.

Dalam sambutannya, Paus mencatat bahwa kaum muda merupakan mayoritas dari populasi yang berjumlah 1,4 juta orang, yang lebih dari 95% beragama Katolik, memuji antusiasme mereka dalam menjalankan iman.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa ia tidak akan pernah melupakan senyum yang ia lihat di wajah orang-orang Timor-Leste. Ia juga mengajak pemuda Timor Leste untuk mengenang pengorbanan yang dilakukan para leluhur mereka dalam meletakkan dasar-dasar negara, dan memanfaatkan kesempatan itu untuk mendesak mereka agar menghormati para tetua.

Masyarakat, katanya, memiliki dua harta: kaum muda dan kaum tua. “Anak-anak dan kaum tua,” kata Paus. “Masyarakat yang memiliki begitu banyak anak seperti Anda harus menjaga mereka. Dan masyarakat yang memiliki begitu banyak kaum tua, yang menjadi kenangan, harus menghormati dan merawat mereka.”

Paus Fransiskus berbicara singkat tentang tiga nilai, yaitu “kebebasan, komitmen, dan persaudaraan.” Ia teringat sebuah pepatah dalam bahasa Tetum Timor-Leste—“ukun rasik-an” yang berarti “setiap orang mampu mengatur dirinya sendiri.”

Paus mengatakan kaum muda harus mengingat kembali makna dan tujuan kebebasan yang sebenarnya. “Menjadi bebas tidak berarti melakukan apa yang kita inginkan,” katanya, seraya mencatat bahwa kebebasan berarti menghormati orang lain dan merawat rumah kita bersama.

Ia juga mengingat kembali nilai “persaudaraan” dan pentingnya rekonsiliasi.

“Anda, di negara yang penuh senyuman ini, memiliki sejarah kepahlawanan, iman, kemartiran, dan yang terutama, iman dan rekonsiliasi,” katanya.

Paus Fransiskus mengakhiri pertemuannya dengan kaum muda Timor dengan mendesak mereka untuk mengingat teladan yang diberikan Yesus dalam hal pengampunan dan rekonsiliasi.

**Devin Watkins (Vatican News)

Diterjemahkan dari: Pope to Timorese youth: Freedom means choosing to respect others

Baca juga: Bacaan Liturgi Rabu, 11 September 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published.