Seminari Palembang Gelar Latihan Kepemimpinan Bagi Pengurus Kebidelan

Suasana penuh keceriaan, kebersamaan, dan persaudaraan tampak mengemuka. Dengan penuh semangat, 50 siswa Seminari Menengah St. Paulus Palembang mengikuti kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) pada 4-7 September 2025. Kegiatan yang mengusung tema Peziarah Pengharapan: Belajar memimpin dan Melayani ini dilaksanakan di dua tempat, yaitu kebun pelatihan milik Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ) di Gandus Palembang dan di kompleks Taman Doa Via Crucis Sukamoro, Banyuasin.

Fr. Marcelinus SCJ memberikan arahan kepada para seminaris

Kegiatan LKTD yang menjadi agenda tahunan seminari ini diselenggarakan untuk mempersiapkan para seminaris yang menjadi koordinator kebidelan (sebutan untuk OSIS di seminari) Tahun Ajaran 2025-2026. Mereka memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengkoordinir pelaksanaan kegiatan harian di seminari, seperti kebersihan, olahraga, kegiatan rohani, dan belajar. Hadir sebagai pendamping dalam kegiatan ini adalah para formator seminari, yaitu Pastor Petrus Sukino, Pastor Anselmus Inharjanto SCJ, Pastor Yohanes Ongko Handoko, Pastor Robertus Susilo SCJ, Pastor Paskalis Aditya SCJ, Sr. M. Ruth FSGM, Fr. Marcelinus SCJ, dan Fr. Fransiskus Dwi.

Peziarah: Belajar Memimpin dan Melayani

Mewakili para pendamping, Fr. Marcelinus SCJ menyampaikan bahwa selama di Gandus, para seminaris dilatih untuk membangun nilai-nilai kepemimpinan, seperti kerja sama, kepekaan, tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian. Nilai-nilai itu digali melalui berbagai macam dinamika kegiatan, seperti membangun tenda, memasak bersama, hingga menjaga kebersihan lingkungan.

Pastor Bernardus Bayu memberikan materi kepada para seminaris

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa selain menggali nilai-nilai kepemimpinan melalui aneka dinamika kegiatan, para seminaris juga mendapat bekal materi kepemimpinan yang disampaikan oleh para formator. Materi itu antara lain, Peziarah Pengharapan dan Kepemimpinan, Public Speaking, Team Work, Manajemen Konflik, dan Perjalanan Ziarah. “Seorang pemimpin sejati adalah seorang peziarah yang sedang melakukan peziarahan. Setiap pemimpin harus mampu berjalan bersama orang lain, jatuh bangun bersama mereka, dan tetap menyalakan harapan”. ujarnya.

Ziarah ke Via Crucis Sukamoro

Fr. Marcelinus yang saat ini sedang menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral dan Panggilan (TOPP) di seminari juga menyampaikan bahwa setelah aneka dinamika pengolahan dan materi selama 2 hari (4-5/9) di Gandus, rangkaian LKTD ini berlanjut dan berakhir di kompleks Taman Doa Via Crucis Sukamoro. “Peserta menempuh perjalanan sekitar 8 km dari Gandus ke Via Crucis. Berjalan dalam kelompok, memaknai perjalanan sebagai peziarah pengharapan, melewati beberapa titik perhentian dengan refleksi mulai dari menghadapi pengalaman “pahitnya hidup”, belajar peka pada sesama, menguatkan solidaritas, hingga mampu menemukan pengalaman “manisnya hidup” di akhir perjalanan”, jelasnya.

Para seminaris menjalani Porta Sancta di Via Crucis

 Lebih lanjut, dehonian muda ini juga menambahkan bahwa setelah tiba di Via Crucis para seminaris pun mengikuti beberapa kegiatan, yaitu mengolah bersama pengalaman perjalanan peziarahan, menyusun program kerja, Ibadat Jalan Salib, dan rekonsiliasi yang dikemas dalam doa dan pembasuhan kaki di depan Gua Maria Mater Miscericordiae.

Para staf dan seminaris di Gua Maria Mater Miscericordiae

Rangkaian kegiatan LKTD 2025 ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Petrus Sukino pada Minggu (7/9/2025). Dalam kotbahnya, Pastor Sukino menyampaikan harapannya, agar pengalaman pengolahan dan peziarahan ini sungguh meneguhkan semangat pelayanan kebidelan yang akhirnya berbuah dalam kehidupan bersama di seminari.

**Fr. Fransiskus Dwi

Foto: Sie.Dok Seminari Menengah Santo Paulus Palembang

Leave a Reply

Your email address will not be published.