Suasana syukur penuh kegembiraan dan persaudaraan mengemuka di antara tetamu yang hadir di Wisma Pastor Bonus Keuskupan Agung Palembang pada Jumat (10/10/2025) siang. Hari itu para imam, biarawan, biarawati, dan perwakilan umat Dekanat Palembang hadir menyatukan hati untuk bersukacita bersama Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono yang merayakan syukur atas 12 tahun Episkopal dan 4 tahun pelayanannya sebagai Uskup Agung Palembang.

Superior Provinsial SCJ Indonesia, Pastor Andreas Suparman SCJ, Rektor Seminari Menengah St. Paulus, Pastor Titus Waris Widodo SCJ, Ketua Yayasan Xaverius Palembang, Pastor Stepanus Supardi, dan Rektor Unika Musi Charitas Palembang, M. Yosafat Dedi Haryanto, tampak hadir bersukacita bersama puluhan tamu lainnya.

Perayaan syukur ini dibuka dengan Ibadat Siang bersama yang dipimpin oleh Pastor Agustinus Eko Harmoko. Doa bersama ini menjadi ungkapan syukur atas karya Allah yang senantiasa menyertai peziarahan dan pelayanan Mgr. Yohanes Harun Yuwono di tengah umat Keuskupan Agung Palembang yang tersebar luas mulai dari Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Jambi. Selama 4 tahun, motto Deus Caritas Est (Allah adalah Kasih) menjadi semangat yang terus dihayati dan dihidupi dalam perjalanan penggembalaannya.

Dalam kesempatan tersebut, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Pastor Yohanes Kristianto, menyampaikan sebuah refleksi mewakili seluruh umat. Ia mengisahkan pengalaman pribadinya dalam mengenal Mgr. Yohanes sebagai seorang gembala yang rendah hati, dekat dengan para imam, dan selalu berusaha menjembatani relasi antara gembala dan umat dengan penuh kasih. Melalui narasi reflektif itu, Pastor Kristianto menegaskan bahwa Mgr. Yohanes adalah sosok yang menghadirkan wajah Allah yang penuh belas kasih dan kesetiaan.

Dalam sambutannya, seraya mengenang kembali saat-saat awal ketika ditunjuk sebagai Uskup Tanjungkarang, Bapa Uskup menegaskan bahwa ketaatan menjadi dasar dalam setiap langkah pelayanan dan perutusannya. Dari studi, menjadi rektor seminari, hingga akhirnya dipercaya sebagai Uskup Agung Palembang, semua ia jalani bukan karena kemampuan dirinya, melainkan karena keyakinan bahwa di setiap tugas baru selalu ada orang-orang baik yang menolongnya. “Saya hanya imam yang bisa taat”, ujarnya dengan senyum.

Uskup yang pernah ditunjuk menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Pangkalpinang ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh imam, religius, dan umat yang telah setia berjalan bersamanya untuk mewujudkan mimpi-mimpi demi perkembangan Gereja Keuskupan Agung Palembang.
“Terima kasih atas penemanan dalam perjalanan bersama ini, segala dukungan atau apapun, terutama mengerjakan yang merupakan mimpi kita bersama. Sinode III ini yang membuat romo-romo pontang-panting, tetapi juga para awam, saudara-saudari, para suster juga saya kira, banyak harus bergerak bersama. Karena itu saya ucapkan terima kasih dan tetap mohon doanya, tetap mohon pendampingan untuk perjalanan ke depan”.



Bapa Uskup juga menyampaikan harapannya agar semangat Sinode III terus menjiwai dan menjadi pedoman dalam mewujudkan mimpi bersama sehingga dapat terlaksana seturut kehendak Tuhan.
“Semoga saya bisa lebih tersenyum dan bersama para romo semoga saya tidak otoriter. Saya selalu mengajak untuk mempertimbangkan ini dan itu sedemikian, sehingga perjalanan ini sungguh perjalanan bersama, bukan perjalanan saya saja dan mimpi ini juga mimpi kita bersama. Dan semoga ini adalah kehendak Tuhan, angan-angan, harapan Tuhan sendiri untuk Keuskupan Agung Palembang”.
**Fr.Bednadetus Aprilyanto
Foto: Komsos KAPal
