Vikjen KAPal Membuka Rangkaian Kegiatan Hari Pangan Sedunia 2025 KAPal di Gereja Santo Petrus Kenten

“Gereja memiliki kewajiban untuk menampilkan wajah yang penuh kasih, bakti kepada sesama, dan patuh terhadap seluruh ciptaan. Kita diajak untuk mampu mengasah kepekaan hati dan membaca tanda-tanda zaman.”

Demikian disampaikan oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang (KAPal), Pastor Yohanes Kristianto dalam pengantarnya saat memimpin Perayaan Ekaristi Pembuka Hari Pangan Sedunia 2025 KAPal yang dirayakan di Paroki Santo Petrus Kenten Palembang pada Jumat (24/10) petang. Sejumlah imam hadir mendampingi sebagai konselebran, diantaranya Pastor Paroki Santo Petrus Kenten, Pastor Gregorius Wahyu Wurdiyanto SCJ dan Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) KAPal, Pastor Laurentius Rakidi.

Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang (KAPal), Pastor Yohanes Kristianto

Rangkaian Perayaan HPS yang dilaksanakan pada 24-26 Oktober 2025 dan mengusung tema Membangun Jejaring Pendistribusian Pangan Sehat yang Berkelanjutan diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari seluruh paroki, kuasi paroki, pos pelayanan, dan kelompok-kelompok kategorial di wilayah KAPal.

Dalam homilinya, imam diosesan yang berasal dari Belitang ini menyampaikan realitas tentang kondisi bahan pangan yang tidak lagi sehat dan berpotensi merusak kehidupan manusia dan bumi. Ia juga mengajak umat untuk aktif ikut ambil bagian dalam menciptakan pangan yang sehat dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan Hari Pangan Sedunia ini, marilah kita membuka wawasan dan kesadaran kita, agar kita ikut berperan dalam menciptakan bumi yang sehat, pangan yang sehat, dan kehidupan yang sejahtera bagi semua,” serunya.

Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) KAPal, Pastor Laurentius Rakidi

Lebih lanjut, seraya mengingatkan bahwa dosa manusia kerap muncul dalam bentuk ketidakpedulian terhadap sesama dan eksploitasi terhadap bumi, Pastor Rakidi juga mengajak seluruh umat untuk menjadikan peringatan Hari Pangan Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai kesempatan untuk berefleksi, bertobat dan memperbarui relasi dengan Allah, sesama, dan lingkungan yang mendorong terjwujudnya pertobatan ekologis dan tanggung jawab sosial.

“Pertobatan harus menjiwai hidup kita, supaya kita sungguh menjadi bagian dari upaya menciptakan bumi rumah kita bersama yang sehat,” ungkapnya.

Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan HPS 2025 KAPal yang akan berlangsung hingga Minggu, 26 Oktober 2025. Selama tiga hari, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan reflektif dan edukatif mengenai pangan sehat, keadilan sosial, dan pelestarian lingkungan. Hadir sebagai pemateri seminar antara lain Sekretaris Komisi PSE Konferensi Waligereja Indonesia, Pastor Aegidius Eko Aldilanto O.Carm dan Koordinator Kerasulan Sosial Konferensi Yesuit Asia Pasifik (JCAP), Pastor Adrianus Suyadi SJ.

**Fr. Bednadetus Aprilyanto

Foto: Komsos KAPal

Leave a Reply

Your email address will not be published.