“Impian akan masa depan akan menjadi jauh lebih indah dan mempunyai greget bagi hidup jika hal itu dimiliki oleh orang beriman. Spes non Confundit, kata Paus Fransiskus, pengharapan, angan-angan membuat hidup lebih bersemangat”.
Demikian diungkapkan oleh Uskup Agung Palembang sekaligus Ketua Pembina Yayasan Musi Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yowono dalam homilinya saat memimpin Perayaan Ekaristi Dies Natalis Ke- 11 Universitas Katolik Musi Charitas Palembang, di Aula Gedung Yoseph, Fakultas Sains dan Teknologi, Jumat (24/10/2025) pekan lalu.

Perayaan yang mengusung tema Ut Omnes Unum Sint: Bersatu untuk UMKC Maju ini dihadiri oleh sejumlah imam konselebran, di antaranya Dekan Dekanat Palembang, Pastor Hyginus Gono Pratowo, Ketua Yayasan Musi Palembang, Pastor Donatus Kusmartono SCJ, Wakil Rektor I UKMC, Pastor Florentinus Heru Ismadi SCJ, dan Ketua Yayasan Xaverius Palembang, Pastor Stepanus Supardi.

Lebih lanjut, di hadapan ratusan sivitas akademika UKMC dan tamu undangan yang hadir, Bapa Uskup juga menegaskan bahwa beriman tidak hanya membuat orang rela menerima keterbatasan, kegagalan, dan pengalaman-pengalaman pahit yang mengecewakan, tetapi juga membuat orang berani mendobrak keterbatasan, kegagalan, dan keterpurukkannya.
“Iman bisa membuat hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Dengan iman kita bisa ’terbang’ keluar dari keterbatasan dan kegagalan. Orang beriman yakin bahwa Gusti mboten sare, Tuhan itu tidak tidur, Dia berjaga, melek, prihatin, turun tangan, membantu dan menolong, menguatkan dan meneguhkan”.
Ketua Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Konferensi Waligereja Indonesia ini juga mengingatkan agar dalam hidup dan pelayanan tidak mudah putus asa dan berpuas diri, melainkan menyadari keterbatasan dan kelemahan serta mendekatkan diri dan menyerahkan diri pada penyelenggaraan Ilahi. “Kalau kita putus asa dalam pengalaman pahit, pencobaan itu akan kehilangan maknanya dan akan menjadi penderitaan yang terang-terangan menggigit dan menghimpit kita. Kalau kita puas diri dengan pengalaman manis, sukses itu akan menjadi setan yang membuat mabuk kepayang lupa daratan,” tegasnya.
Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan puncak Dies Natalis ini dilanjutkan dengan Sidang Senat Terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat UKMC, Pastor Florentinus Heru Ismadi SCJ. Sidang Senat yang juga dihadiri Ketua LLDIKTI Wilayah II, Iskhaq Iskandar dan Rektor UKMC, Maria Yosaphat Dedi Haryanto ini dirangkai dengan Orasi Ilmiah bertajuk Inovasi Perguruan Tinggi Di Era Disrutif yang disajikan oleh seorang penulis dan dosen lulusan STF Driyarkara Jakarta, Hendro Setiawan.


Kanan: Para pastor yang turut hadir dalam perayaan tersebut.
Selayang Pandang UKMC
UKMC adalah lembaga pendidikan tinggi di Kota Palembang yang merupakan hasil merger dari tiga sekolah tinggi yang berada di wilayah reksa pastoral Keuskupan Agung Palembang. Ketiga sekolah tinggi tersebut adalah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Perdhaki Charitas, Sekolah Tinggi Teknik Musi (STT Musi) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Musi (STIE Musi). UKMC secara resmi berdiri pada 17 Oktober 2014 dan mulai beroperasi penuh pada Tahun Akademi 2015/2016. Lembaga Pendidikan Tinggi yang diselenggarakan oleh Yayasan Musi Palembang ini merupakan wujud kerja sama konsorsium dalam yayasan pendidikan antara Keuskupan Agung Palembang, Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh), dan Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ).
Pada saat awal berdiri, UKMC memiliki 4 Fakultas, yaitu Fakultas Bisnis dan Akuntansi (FBA), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), dan Fakultas Humanioran dan Ilmu Pendidikan (FHIP). Universitas ini memiliki dua kompleks kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Bangau dan Kampus Burlian.
**RD. Titus Jatra Kelana
Foto: Dokumentasi UKMC
