“Tidak ada pasangan yang sempurna. Pasangan Anda bukanlah orang yang sempurna, keluarga Anda bukanlah yang sempurna, tetapi dalam ketidaksempurnaan itu Anda diajak untuk terus menimba rahmat Allah. Angka 12 tahun, angka 20 tahun itu hanyalah sekedar angka, tetapi yang lebih dari itu adalah proses ketika Anda menuju ke angka itu. Anda setia setiap waktu, Anda setia setiap hari, Anda setia minggu, Anda setia setiap bulan bahkan Anda setia setiap tahun, itulah yang harus Anda syukuri.”
Demikian diungkapkan oleh Pastor Paroki St. Yoseph Palembang, Romo Hyginus Gono Pratowo saat menyampaikan homilinya dalam Perayaan Ekaristi Minggu (26/10/2025) sore yang dirangkai dengan penyegaran janji perkawinan bagi lima pasangan suami istri (pasutri) yang merayakan ulang tahun perkawinan pada bulan Oktober.
Pasutri yang menyegarkan janji perkawinan adalah Gerardus Derwin Chandra-Laurensia Vinna Hartono (Lingkungan St. Stefanus), Gabriel Suhandi-Maria Elva Margareta Gunadi (Lingkungan Fransiskus Xaverius), Tonius Manalu-Faustina Mei Samosir (Lingkungan Christoforus Martir), Pankratius Sukarnoto-Santa Maria Suharti (Lingkungan Emmanuel 3), dan Bus Tony-Maria Fransiska Yemmy Norwati Kurniawan (Lingkungan St. Agatha).


Dalam homilinya Romo Gono mengingatkan seluruh umat pentingnya melandasi hidup keluarga dengan rasa syukur. “Jangan menuntut bahwa pasanganmu itu selalu sempurna, jangan menuntut bahwa anak-anak yang diberikan Allah kepadamu itu harus sempurna. Tidak ada yang sempurna,” ungkapnya.
Lebih lanjut imam yang berasal dari Tegal Arum Baturaja ini menambahkan, “Suami istri, anak-anak yang dipercayakan Allah kepadamu adalah bukan orang-orang yang sempurna tetapi orang-orang yang diberkati oleh Tuhan. Maka syukuri suamimu, syukuri istrimu dan bersyukurlah bahwa Allah mempercayakan anak-anak kepada Anda. Yang harus terus diminta kepada Tuhan adalah Tuhan tambahkanlah iman kami, berilah kami kebijaksanaan, semoga kita semua diberkati Tuhan,” tegasnya.


Penyegaran janji perkawinan merupakan tradisi bulanan yang rutin dilaksanakan di Paroki St. Yoseph Palembang. Upacara ini diawali dengan pemanggilan nama pasutri untuk maju ke depan altar dan mengucapkan janji perkawinannya. Setelah penyegaran janji mereka akan menerima berkat dari imam dan direciki dengan air suci. Selanjutnya imam akan memberikan bunga mawar tanda syukur dan sukacita bersama atas kesetiaan mereka dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)
Foto: Dokumen Pribadi
