Renungan Harian Selasa, 13 Januari 2026

1Sam. 1:9-20; 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd; Mrk. 1:21b-28; BcO Kej 2:4b-25; (H)

Stoppppp…….!!!!

Berhenti Mengeluh!

Saudara-saudari terkasih, di sebuah gereja tampak seorang pemuda bernama Gun duduk dengan tubuh lesu. Ia merasa hidupnya selalu diliputi kegagalan dan keputusasaan. Pada saat yang sama, ia melihat seorang ibu bernama Hana sedang berdoa dengan bibir yang komat-kamit tanpa suara. Air mata membasahi pipinya, namun wajahnya justru memancarkan kedamaian batin yang mendalam.

Dengan heran Gun bertanya, “Bagaimana ibu bisa tampak begitu damai, padahal air mata terus mengalir?” Hana menjawab dengan lembut, “Doa yang saya panjatkan bukan sekadar keluhan atau keinginan yang instan, melainkan penyerahan seluruh isi hati saya yang hancur ke dalam tangan Tuhan, hingga batin saya merasa lega.” Jawaban sederhana itu menjadi kunci yang membuka ruang bagi Tuhan untuk bekerja. Tuhan mengetahui apa yang kita butuhkan; kerapuhan adalah hal yang manusiawi, asalkan kita tahu ke mana harus membawa kerapuhan itu.

Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan Injil hari ini kita melihat bahwa Yesus Kristus sungguh berbeda dari para pengajar biasa. Ia berbicara dengan otoritas sejati. Dengan sabda yang penuh kuasa, Yesus mampu mengusir segala kekacauan dan kegelapan dalam diri manusia, sebagaimana perintah-Nya yang tegas, “Diam, keluarlah!” Sabda-Nya membawa pemulihan dan ketenangan bagi jiwa yang terluka.

Melalui kisah ini, kita diajak menyadari bahwa hidup yang tenang bukanlah hidup tanpa masalah, melainkan hidup yang diserahkan sepenuhnya pada otoritas Kristus. Seperti keteguhan hati Hana, kita dipanggil untuk berhenti membiarkan “suara-suara kegelapan” berupa keputusasaan, rasa gagal, dan rendah diri menggerogoti iman kita. Sebaliknya, kita diundang untuk memberi ruang bagi Tuhan dengan membawa kejujuran dan ketulusan dalam setiap doa kita.

**Fr. Natalius Alan Dwi Putra Sihombing-Tingkat I

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.