Fr. Henrikus Suharyono SCJ, lahir di Braja Gemilang, 12 September 1997 dari pasangan Paulus Siyamto dan Yulia Sugiyanti. Perjalanan panggilan calon imam yang berasal dari Paroki St. Thomas Rasul Sribawono, Keuskupan Tanjung Karang ini dimulai dengan cara yang sangat unik dan menyentuh. Saat baru berusia empat tahun, ia sering bermain “Misa-misaan” dengan mengenakan selendang atau kain sarung sebagai stola dan membagikan biskuit kepada orang tuanya sambil berkata, “Tubuh Kristus”. Baginya kala itu, menjadi seorang romo terlihat sangat keren karena pakaiannya menyerupai superhero. Benih sederhana inilah yang ternyata ditanamkan Tuhan jauh di dalam hatinya.

Meski sempat memudar saat remaja dan ingin menjadi vokalis band hingga tentara, Tuhan menyapa kembali Fr. Henrikus di tengah kesulitan ekonomi keluarganya. Melalui bimbingan guru agamanya, ia menemukan jalan menuju seminari dan merasa tergerak untuk melayani karena kurangnya tenaga imam di paroki asalnya. Sejak tahun 2012, ia memulai pendidikan di Seminari Menengah St. Paulus Palembang dan masuk ke Kongregasi SCJ. Perjalanan dilanjutkan ke Postulat dan Novisiat St. Yohanes Gisting, masa pendidikan filsafat teologi di Yogyakarta dan menjalani Tahun Orientasi Pastoral dan Panggilan (TOPP) di St. Thomas More Scarborough, Toronto, Kanada. Kini calon imam dehonian ini sedang menjalani masa Pengolahan Pastoral di Paroki St. Yohanes Pembaptis Perawang, Riau.
Selama 13 tahun berproses, Fr. Henrikus telah melewati berbagai pengalaman, Ia mengakui bahwa perjalanannya penuh warna serta jatuh bangun, namun ia selalu merasa dikuatkan oleh tangan Tuhan. Dengan motto “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp 4:13), ia terus melangkah mantap untuk memberikan diri bagi pelayanan Gereja.
***TJK (Redaksi)
