Fr. Viktorinus Sidik Budianto: Panggilan Adalah Tanda Kasih Allah

Fr. Viktorinus Sidik Budianto, akrab disapa Fr. Vikto, adalah calon imam Keuskupan Agung Palembang yang lahir di Tegal Arum, 25 Februari 1998. Ia merupakan putra kedua dari pasangan Yohanes Ismadi dan Veronika Rusminah yang berasal dari Stasi Keluarga Kudus Tegal Arum, Paroki Santo Petrus dan Paulus Baturaja. Berkat dorongan dan bimbingan kedua orang tuanya, sejak kecil Vikto sudah terbiasa aktif dalam kegiatan gereja. Benih panggilannya mulai tumbuh saat ia melihat keceriaan, keramahan, dan kepedulian para imam di parokinya yang selalu siap sedia melayani umat. Pengalaman perjumpaan itu akhirnya memantapkan tekad hatinya untuk mengikuti jejak mereka.

Fr. Viktorinus Sidik Budianto.

Perjalanan panggilan Fr. Vikto menuju imamat bukanlah tanpa tantangan. Ia pernah melewati masa-masa sulit, mulai dari rasa kesepian yang mendalam saat di Seminari Menengah St. Paulus Palembang hingga dinamika keluarga yang menguji batinnya. Namun, melalui bimbingan rohani dan keteguhan hati, ia berhasil melewati badai tersebut dan justru semakin memahami bahwa imamat adalah panggilan untuk menjadi tanda nyata kasih Allah di dunia.

Dari Palembang perjalanannya berlanjut ke Tahun Orientasi Rohani (TOR) St. Markus dan Seminari Tinggi St. Petrus Pematangsiantar. Dari Siantar ia mendapat kesempatan belajar berpastoral dengan menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Pos Pelayanan St. Lidwina Simpang Rambutan, Jambi dan masa Pendalaman Pastoral di Kuasi Paroki St. Maria Bunda Gereja Tebo, Jambi. Aneka pengalaman itu semakin meneguhkannya untuk  melangkah dengan penuh keyakinan, melayani umat dengan tulus dan setia.

Dalam setiap langkah perutusannya, ia memegang teguh sebuah janji Tuhan yang menjadi motto panggilannya: “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20). Motto tersebut adalah salah satu sumber kekuatan yang membuatnya percaya bahwa Tuhan yang memanggil tidak akan pernah membiarkannya berjalan sendirian. Dengan semangat “siap diutus”, Fr. Vikto terus berproses untuk menjadi imam yang membawa sukacita bagi setiap orang yang ia layani.

***Fransiska Panca Sulistyaningsih (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.