Fakultas Teologi Wedabhakti (FTW), Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta mengadakan pertemuan dan evaluasi bersama bagi para mahasiswa calon imam yang sedang menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Regio Sumatera. Pertemuan yang dilaksanakan pada 19-24 Januari 2026 di Rumah Retret Giri Nugraha (RRGN) Palembang ini diikuti oleh 10 frater, terdiri dari 7 frater Kongregasi SCJ, 1 frater Kongregasi CSsR, dan 2 frater Kongregasi SSCC. Hadir sebagai pendamping pertemuan ini adalah dosen Fakultas Filsafat Keilahian, USD sekaligus Pendamping TOPer Regio Sumatera, Romo Fransiskus Nikolaus Lakebelek T, MSF.

| Foto: Dok. Fr. Marcelinus SCJ
Dari Yogyakarta, para frater diutus menjalani TOP di paroki atau lembaga di tiga keuskupan Regio Sumatera, yaitu Keuskupan Agung Palembang di Paroki St Fransiskus de Sales, Seminari Menengah Santo Paulus, Rumah Retret Giri Nugraha, Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu, Paroki St. Teresia Jambi, Paroki St. Paulus Pinang Raya, Bengkulu Utara; Keuskupan Agung Medan di Seminari Menengah Christus Sacerdos Pematangsiantar dan Paroki St. Damian Lau Baleng; dan Keuskupan Padang di Paroki Santo Petrus Kota Batak, Riau. Selain itu, karena alasan khusus satu frater SCJ yang TOP di Paroki St. Antonius Padua Bidara Cina, Jakarta juga turut serta menjadi bagian Regio Sumatera.
Fr. Charles Oktavianus Markus Tada Wadan SCJ yang menjalani TOP di Paroki Santo Petrus Kota Batak Riau, menjelaskan tentang makna masa TOP. “Masa TOP, selain menjadi kesempatan bagi kami mengorientasikan pastoral di tempat kami masing-masing, ada yang di paroki, rumah retret, dan seminari, tapi masa TOP di FTW juga menjadi rangkaian kuliah Bakaloreat sebagai calon imam.”
Mengawali rangkaian pertemuan tersebut, Romo Fransiskus Nikolaus Lakebelek MSF atau biasa disapa Romo Ranis memberikan pengantar dan menjelaskan inti dari dinamika TOP yang diselenggarakan oleh FTW. Ia menjelaskan makna TOP dari segi pastoral, misi, dan spiritualitas. “Pertemuan TOP intinya adalah berbagi kisah, maka tugas saya disini sebagai fasilitator yang menemani teman-teman (frater TOP) dalam mengolah data dengan menebalkan kepekaan pastoral, mengasah empati, discerment, dan kepekaan membaca tanda-tanda zaman,” jelas Romo Ranis.

| Foto: Dok. Fr. Marcelinus SCJ
Pada hari-hari selanjutnya, para frater mempresentasikan data-data hasil analisa selama 6 bulan hadir di tempat TOP masing-masing, seperti aspek geografis, demografis, ekonomi, sosial, budaya, agama, politik, dan lingkungan hidup atau ekologi. Selain itu, para frater juga mengisahkan dinamika umat atau lingkungan yang dilayani dan belajar untuk menganalisa. Hasilnya diharapkan dapat menjadi bekal yang mendukung proses formasio sebagai calon imam pada tahapan berikutnya.
Selain aktivitas studi, Rm. Ranis dan para frater pun mengadakan kunjungan ke sejumlah tempat di Kota Palembang, yaitu Kampung Kapitan, Pulau Kemaro, Gereja Katedral Santa Maria, dan Provinsialat SCJ Palembang. Kesempatan ini menjadi momen istimewa bagi seluruh peserta, terutama mereka yang baru pertama kali berkunjung ke Kota Palembang.
Mewakili peserta, Fr. Andreas Sitepu SS.CC yang menjalankan masa TOP di Seminari Menengah Christus Sacerdos Pematangsiantar menuturkan pengalamannya. “Pertemuan di Palembang merupakan ruang pembelajaran pastoral dan ruang dialog yang memperkaya pemahaman pastoral saya, khususnya dalam melihat dinamika konkret dan tantangan pembinaan di tempat pastoral saya dan teman-teman frater lainnya. Hal ini memperkaya saya dengan melihat dari banyak perspektif yang ada.”

| Foto: Dok. Fr. Marcelinus SCJ
***Fr. Marcelinus SCJ (Kontributor Palembang)
