Siap Melayani Sepenuh Hati: 73 Pengurus DPP dan Prodiakon Paroki Allah Maha Murah Pasang Surut Resmi Dilantik

Para pegurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) Allah Maha Murah Pasang Surut periode 2026-2029.| Foto : Komsos Paroki AMM Pasang Surut

“Aku datang untuk melayani, bukan untuk dilayani.”

Spiritualitas inilah yang kini resmi diemban oleh 73 pengurus baru di Paroki Allah Maha Murah Muara Padang. Melalui rangkaian pembekalan intensif pada Sabtu (7/2) dan Misa Pelantikan yang khidmat pada Minggu (8/2), mereka resmi memulai masa bakti untuk periode 2026-2029.

Bekal Spiritualitas dan Pedoman Pelayanan

Rangkaian acara dimulai dengan sesi pembekalan yang menghadirkan Tim Kuria Keuskupan Agung Palembang (KAPal) sebagai narasumber. Vikaris Jenderal KAPal, Romo Yohanes Kristianto, membuka sesi pertama dengan menekankan pentingnya spiritualitas pelayanan. Beliau mengingatkan bahwa tugas pelayanan adalah panggilan untuk keluar dari diri sendiri dan setia menuntun umat dalam gerak pastoral.

“Aku datang untuk melayani bukan untuk dilayani. Inilah aku utuslah aku, merupakan spiritualitas yang penting dalam suatu perutusan dan pelayanan. Keduanya menuntun umat untuk hidup setia, keluar dari diri sendiri, dan ambil bagian dalam gerak reksa pastoral,” ungkap Romo Kristianto.

Rm. Alexander Pambudi SCJ dan Rm. Kristianto memberikan materi kepada para calon pengurus DPP Allah Maha Murah Pasang Surut | Foto : Komsos Paroki AMM Pasang Surut

Tak hanya soal hati, para pengurus juga dibekali dengan pemahaman organisasi. Sekretaris Keuskupan, Romo Alexander Pambudi SCJ memaparkan tentang visi, misi, dan spiritualitas KAPal agar karya pelayanan berjalan selaras dengan gerak Keuskupan. Ia juga menegaskan bahwa Dewan Pastoral Paroki (DPP) adalah penggerak utama dalam mengembangkan hidup menggereja.

Di kelas terpisah anggota Komisi Kateketik, Kitab Suci, dan Liturgi KAPal, Ignatius Gatot Sutarno, memberikan pembekalan khusus bagi calon prodiakon mengenai pedoman pelayanan prodiakon KAPal.

Menjaga Harta Benda Gereja: Tanggung Jawab Bersama

Isu penting mengenai aset juga menjadi sorotan. Ekonom KAPal, Romo Emmanuel Belo Sede, mengingatkan bahwa pengelolaan harta benda gerejawi, baik di paroki maupun stasi, bukanlah tanggung jawab Pastor Paroki semata.

“Ini adalah tanggung jawab seluruh umat yang ada di Paroki Allah Maha Murah Pasang Surut,” tegasnya dalam sesi ketiga.

Ketua DPP yang baru, Bartolomeus Sutrisno (ketiga dari kiri) | Foto : Komsos Paroki AMM Pasang Surut

Momen Rahmat

Puncak acara ditandai dengan Perayaan Ekaristi dan Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Romo Yohanes Kristianto, pada Minggu (8/2/2026) pagi. Sebanyak 50 pengurus DPP dan 23 prodiakon mengucapkan janji setianya di hadapan umat.

Dalam kotbahnya, Romo Kristianto menyebut momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan “momen rahmat” untuk memulai karya pelayanan Gereja. Harapan senada disampaikan oleh Pastor Paroki, Romo Stephanus Lisdiyanto SCJ. Beliau mengapresiasi keberanian para pengurus baru dalam menerima tanggung jawab ini.

“Semoga kita dapat memulai langkah yang baik untuk menghadirkan perubahan yang membawa Gereja semakin hidup, tumbuh, dan berkembang dalam iman,” ungkap Romo Lisdiyanto.

Acara ditutup dengan ramah tamah hangat sebagai ungkapan syukur atas kesediaan para pelayan Tuhan yang baru ini untuk berkarya di ladang-Nya.

***Diakon Fransiskus Dedy Saputra SCJ (Kontributor Paroki Pasang Surut)

Leave a Reply

Your email address will not be published.