
Suasana khidmat menyelimuti Komunitas Basis Gerejani (KBG) I Stasi St. Lukas, Pulau Rimau, saat belasan umat berkumpul untuk merayakan Ekaristi bersama para imam diosesan Unio Keuskupan Agung Palembang (KAPal), Rabu (11/2/2026) malam. Perayaan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Temu Unio dan Rekoleksi yang dibingkai dengan live in para imam untuk semakin dekat dengan kehidupan nyata umat di wilayah reksa pastoral mereka.
Syukur dan Kesetiaan Iman
Perayaan Ekaristi di KBG I ini dipimpin oleh Pastor Paroki St. Maria Ratu Rosario Payo Selincah, Jambi, Romo Romanus Edi Suryono. Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna, Romo Ignatius Dwijoko dalam homilinya mengajak umat untuk selalu menjaga api rasa syukur.
Beliau menekankan bahwa setiap berkat yang diterima dari Tuhan harus dibalas dengan perjuangan untuk tetap setia pada iman. Harapannya, kesetiaan tersebut tidak hanya berhenti pada niat, tetapi sungguh-sungguh berbuah dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.

Perjumpaan Hangat di Desa Wana Mukti
Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan sesi ramah-tamah yang berlangsung hangat. Kehadiran para imam ini disambut oleh Kepala Desa Wana Mukti, Purwanto, yang turut hadir dalam suasana yang akrab.
Dalam perjumpaan itu Purwanto menyatakan apresiasinya atas kunjungan para imam di wilayahnya. Beliau menilai kehadiran para romo ini merupakan peristiwa yang istimewa dan diharapkan dapat semakin mempererat tali persaudaraan antarwarga di Desa Wana Mukti. Perjumpaan ini sejalan dengan perutusan para imam untuk menghayati pelayanan yang tulus dan penuh sukacita di Tengah Gereja dan masyarakat.

Menghidupi Semangat Pelayanan
Kegiatan di KBG ini merupakan salah satu agenda live in yang berlangsung selama tiga hari (10-12 Februari 2026). Dengan tinggal langsung di rumah-rumah umat, para imam, diakon, dan frater berusaha menyegarkan kembali jati diri mereka sebagai pelayan yang hadir untuk melayani, bukan dilayani.
Melalui interaksi langsung seperti ini, diharapkan hubungan antara gembala dan dombanya semakin erat, sesuai dengan semangat Sinode III Keuskupan Agung Palembang.
***TJK (Redaksi)
