Renungan Harian Senin, 16 Februari 2026

Yak. 1:1-11; Mzm. 119:67,68,71,72,75,76; Mrk. 8:11-13; BcO 1Tes 2:13-3:13; (H)

Tanda Tanya?????

Mengapa Menuntut Tanda?

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini diceritakan bahwa orang-orang Farisi datang kepada Yesus dan meminta tanda dari surga. Mereka ingin melihat bukti yang luar biasa supaya mereka dapat percaya. Padahal, Yesus sudah melakukan banyak perbuatan baik: menyembuhkan orang sakit, memberi makan orang banyak, dan mewartakan kasih Allah. Namun semua itu belum cukup bagi mereka, karena hati mereka tertutup oleh keraguan dan kesombongan.

Yesus menanggapi permintaan itu dengan menarik napas panjang. Ia merasa sedih dan kecewa, bukan karena Ia tidak mampu memberi tanda, tetapi karena Ia melihat bahwa iman orang-orang Farisi tidak lahir dari ketulusan. Mereka tidak datang untuk percaya, melainkan untuk menguji dan menjebak Yesus. Oleh sebab itu, Yesus menolak memberi tanda dan meninggalkan mereka.

Sikap orang Farisi sering kali juga kita temukan dalam hidup kita sendiri. Kita sering menuntut Tuhan memberi tanda sebelum kita percaya. Kita berkata dalam hati, “Tuhan, jika Engkau mengabulkan doaku, maka aku akan setia.” Ketika doa kita belum terjawab, kita menjadi ragu, kecewa, protes, bahkan menjauh dari Tuhan.

Melalui Injil ini, Yesus mengingatkan kita bahwa iman sejati tidak bergantung pada tanda-tanda yang luar biasa. Iman bertumbuh dalam kepercayaan yang sederhana dan kesetiaan setiap hari. Tuhan hadir bukan hanya dalam mukjizat besar, tetapi juga dalam hal-hal kecil: kesehatan yang kita rasakan, keluarga yang mendampingi, sahabat yang menguatkan, serta kekuatan untuk menjalani hidup hari demi hari.

Marilah kita membuka hati dan belajar percaya kepada Tuhan tanpa syarat. Percaya bahwa Tuhan selalu bekerja dalam hidup kita, meskipun kita tidak selalu melihat tanda yang jelas. Semoga kita memiliki iman yang rendah hati, iman yang setia, dan iman yang tetap berharap, sekalipun dalam keheningan dan kesederhanaan hidup. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Ignasius Seda-Tingkat I

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.