
Umat Katolik di Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu merayakan Ekaristi Tahun Baru Imlek yang dipimpin oleh Pastor Paroki, Romo Paulus Sarmono SCJ pada Selasa (17/2/2026), pukul 08.00 WIB. Sejumlah imam tampak hadir mendampingi sebagai konselebran, yaitu Romo Albertus Joni SCJ, Romo Paulus Josse Pratama SCJ, Romo Agustinus Sugiarno SCJ, Romo Antonius Sugianto, dan Romo Antonius Bala Nggandung CSsR. Perayaan berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa budaya Tionghoa.

Suasana gereja pagi itu tampak berbeda dari biasanya. Aneka ornamen khas Imlek bernuansa merah dan emas yang melambangkan sukacita, harapan, serta berkat tampak dominan menghiasi berbagai sudut gereja. Umat yang hadir juga terlihat mengenakan busana bernuansa Imlek, menambah semarak suasana perayaan tanpa mengurangi kekhusyukan liturgi Ekaristi. Perayaan ini menjadi momen ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan di tahun yang baru.

Memperbarui Hidup
Dalam homilinya, Romo Joni SCJ atau yang sering disapa Romo Koko ini mengajak umat untuk menjadikan momentum Tahun Baru Imlek sebagai kesempatan memperbarui hidup, saling memaafkan dan mengampuni, menumbuhkan sikap syukur, serta mempererat kasih dan persaudaraan dalam keluarga maupun masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya bekerja dengan tekun, hidup jujur, dan tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

Lebih lanjut, Romo Koko menyampaikan bahwa perayaan Imlek dalam Gereja Katolik merupakan wujud penghargaan terhadap nilai-nilai budaya yang sejalan dengan iman Kristiani, seperti kebajikan, hormat kepada sesama, dan semangat berbagi.

Setelah Perayaan Ekaristi, acara berlanjut dengan pembagian jeruk untuk umat dewasa dan angpao untuk anak-anak, serta persembahan pentas seni dari umat Tionghoa yang dilaksanakan di halaman gereja.
Perayaan syukur ini diharapkan semakin memperkaya kehidupan iman umat serta memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Bengkulu.
**Eduardus Kristiawan (KOMSOS St. Yohanes Penginjil, Bengkulu)
