Renungan Harian Sabtu, 21 Februari 2026

PF St. Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja

Yes. 58:9b-14; Mzm. 86:1-2,3-4,5-6; Luk. 5:27-32; BcO Kel 3:1-20

Kendati kita berdosa, Ia tetap mengasihi kita.

Kasih Tanpa Pandang Bulu

Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan bahwa Yesus Kristus memanggil seorang Lewi yang sedang berada di tempat kerjanya, yaitu di rumah cukai, sebagai pemungut cukai. Pada zaman itu, pemungut cukai dianggap sebagai orang berdosa sehingga dijauhi oleh masyarakat sekitarnya. Namun demikian, Yesus tetap memanggilnya dan mengajaknya menjadi murid-Nya.

Saudara-saudari, dari tindakan Yesus ini kita dapat melihat bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan orang, melainkan memanggil dan memberi kesempatan kepada semua orang. Ia tidak menilai seseorang hanya dari tampak luarnya. Lewi pun menyambut panggilan tersebut dengan sukacita dan kebahagiaan. Hal ini tampak ketika ia mengundang Yesus untuk makan bersama di rumahnya. Dalam terang iman Katolik, panggilan ini sangat dekat dengan Sakramen Tobat. Yesus menegaskan bahwa Ia datang bukan untuk mencari orang benar, melainkan untuk memanggil dan menyelamatkan orang berdosa agar mereka bertobat dan mengikuti-Nya.

Lewi menanggapi panggilan Tuhan dengan tindakan nyata, yaitu meninggalkan segala sesuatu dan mengadakan perjamuan besar. Keberanian Lewi ini menunjukkan kerinduannya untuk berubah dalam hidup: tidak lagi jatuh dalam dosa, berdamai dengan keluarga, jujur dalam pekerjaan, setia pada tanggung jawab, serta mau bertobat setiap kali jatuh dalam dosa.

Saudara-saudari terkasih, dalam kehidupan sehari-hari kita sering kali merasa tidak layak untuk datang ke gereja, malu berdoa, dan enggan mengaku dosa karena merasa hidup kita belum benar atau belum sesuai dengan jalan Tuhan. Injil hari ini menegaskan bahwa Yesus tidak menunggu kita menjadi manusia yang sempurna, melainkan mengundang kita untuk bertobat dari pengalaman hidup yang kurang baik.

Marilah kita memaknai Masa Prapaskah yang kita jalani sebagai saat rahmat untuk membangun hidup ke arah yang lebih baik. Mari kita mulai dari diri kita sendiri dan dari keluarga kita masing-masing. Semoga Sabda Tuhan hari ini menguatkan dan menyadarkan kita bahwa Yesus menghendaki kita untuk selalu hidup dalam jalan dan kehendak-Nya. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Firmus KlauTingkat I

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.