Suasana berbeda terasa di Gereja Stasi St. Yohanes, Sumber Agung, pada Minggu (15/2/2026). Sejak pagi, umat telah berkumpul memenuhi gereja. Nuansa kebersamaan semakin tampak dengan kehadiran sekitar 128 ibu-ibu WKRI Cabang Paroki Trinitas Bangunsari yang mengenakan batik biru dalam rangka mengikuti kegiatan Safari Ekaristi.
Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dengan melibatkan seluruh umat stasi. Safari Ekaristi ini merupakan salah satu program rutin WKRI Cabang Trinitas yang dilaksanakan setiap tiga bulan secara bergiliran di masing-masing ranting, sebagai sarana mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kehidupan iman anggota.

Dalam homilinya, Rm. Ari mengajak seluruh anggota WKRI untuk senantiasa menyadari identitas sebagai murid Kristus: dipilih, dipanggil, dan diutus untuk membawa Kabar Baik di tengah dunia. Ia menegaskan bahwa kehadiran WKRI di tengah Gereja dan masyarakat harus tetap berakar pada identitas iman. “Sebagai murid Kristus, kita menjaga kemurnian hati dan kejernihan pikiran agar dalam setiap keputusan dan tindakan sehari-hari kita selalu memilih kebaikan, kesetiaan, kasih, dan pengampunan,” ungkapnya.
Safari Ekaristi kali ini mengusung tema “Menjadi Bagian dari Gerakan Kaderisasi.” Kaderisasi dipahami bukan sekadar pembekalan atau pelatihan teknis, melainkan proses rohani untuk membentuk hati, sehingga setiap anggota WKRI mampu mewartakan kasih, sukacita, damai, dan pengharapan melalui keterlibatan nyata di dalam Gereja maupun masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengajak kader-kader baru agar semakin aktif berpartisipasi, sekaligus bagian dari rangkaian persiapan menuju Konverda XI WKRI DPD Sumatera Selatan, Keuskupan Agung Palembang.
Setelah Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Acara diisi dengan hiburan serta kreasi dari anggota WKRI ranting, yang semakin mempererat kebersamaan di antara peserta.

Pada akhir acara, WKRI juga memberikan bingkisan kepada anggota lansia dan yang sedang sakit sebagai tanda kasih dan kepedulian. Diharapkan para anggota lansia tetap menjadi inspirasi dan teladan dalam menghidupi iman di usia senja, sementara bagi yang sakit didoakan agar memperoleh rahmat kesembuhan.
Kegiatan Safari Ekaristi ini ditutup dengan santap siang bersama, menandai berakhirnya rangkaian acara yang berlangsung hangat, tertib, dan penuh makna kebersamaan iman.
***P. Ari SCJ (Kontributor Bangunsari).
