Digandeng Tuhan atau Digendong Iblis? Pesan Reflektif dalam NGUMBAR UNSRI

Suasana Perayaan Ekaristi | Foto : Carolus Jose Jugo

Suasana berbeda tampak di Unit Pastoral Mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI) St. Yustinus Martir pada Minggu (22/2). Pastoral Mahasiswa UNSRI berkolaborasi dengan Badan Pelayanan Keuskupan (BPK) Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) Keuskupan Agung Palembang menyelenggarakan kegiatan Ngumpul Bareng (NGUMBAR) bertema “Yesus dan Pacarku”. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 mahasiswa UNSRI dari Kampus Indralaya dan Kampus Palembang.

Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi pada pukul 10.00 WIB yang dipimpin oleh Romo Indra SCJ. Dalam homilinya, Romo Indra mengajak mahasiswa merefleksikan perjalanan hidup bersama Tuhan. Ia mengibaratkan hidup bersama Tuhan seperti “digandeng”, sedangkan berjalan bersama iblis seperti “digendong”.

Romo Indra bersama petugas Liturgi | Foto : Carolus Jose Jugo

Menurutnya, digandeng berarti manusia tetap berjalan dengan kesadaran dan kebebasan, namun diarahkan oleh Tuhan melalui perintah-perintah-Nya yang kerap terasa berat secara manusiawi, tetapi itulah jalan kebenaran. Sebaliknya, digendong melambangkan kenyamanan semu yang membuat manusia terlena oleh kenikmatan duniawi.

“Setan sangat kuat jika dibiarkan, dan sangat lemah jika dilawan,” ujar Romo Indra.

Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama di pendopo stasi. Acara kemudian diisi dengan pujian dan animasi yang dibawakan oleh tim Persekutuan Doa Orang Muda Berkarya (PDOMB) Carlo Acutis.

Foto : Carolus Jose Jugo

Materi utama disampaikan oleh Koordinator BPK PKK KAPal, Johan Wijaya. Dalam pemaparannya, ia membagikan pengalaman pribadinya semasa muda serta menekankan pentingnya membangun relasi yang sehat dengan landasan iman.

“Carilah pasangan yang bukan hanya seagama, tetapi juga seiman. Hubungan yang baik adalah hubungan yang setara, saling melengkapi, membangun kerohanian, serta mendorong satu sama lain untuk terus berprestasi,” tuturnya.

Johan Wijaya | Foto : Carolus Jose Jugo

Ia juga mengingatkan mahasiswa mengenai batas-batas dalam hubungan pacaran yang sehat, khususnya untuk menghindari perilaku seks bebas di luar pernikahan dan berbagai dampak negatif yang dapat ditimbulkan.

Kegiatan NGUMBAR ditutup dengan sesi foto bersama dan berkat penutup dari Romo Indra SCJ. Pada akhir acara, tim BPK PKK KAPal mengajak para mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan pendampingan dan pembinaan lanjutan yang akan diselenggarakan ke depan.

***Carolus Jose Jugo

Leave a Reply

Your email address will not be published.