Renungan Harian Sabtu, 28 Februari 2026

Ul. 26:16-19; Mzm. 119:1-2,4-5,7-8; Mat. 5:43-48; BcO Kel 12:37-49; 13:11-16

Iman yang Bertanggungjawab

Saudara-saudari terkasih, Masa Prapaskah adalah masa yang penuh berkat bagi kita, karena pada masa ini kita diberi kesempatan untuk bertobat dan merenungkan kembali kehidupan kita. Pantang dan puasa menjadi tanda lahiriah dari pertobatan yang sedang kita jalani. Namun, menjadi umat beriman tidak cukup hanya dengan mendaraskan doa Aku Percaya; lebih dari itu, kita dituntut untuk menunjukkan tanggung jawab iman dalam sikap dan tindakan nyata sehari-hari. Bacaan-bacaan hari ini menegaskan panggilan tersebut.

Bacaan pertama mengajak kita melihat bahwa hukum Allah bukanlah kekangan, melainkan ungkapan kasih-Nya yang patut kita syukuri dan jalani dengan sukacita. Sering kali kita menganggap hukum Tuhan sebagai beban atau pembatas kebebasan, padahal justru di sanalah jalan menuju hidup yang benar dan penuh berkat. Karena itu, penting bagi kita untuk semakin memahami kehendak Allah dan dengan rendah hati berusaha menghidupinya dalam keseharian.

Dalam Injil, Yesus Kristus memberikan pengajaran yang melampaui cara berpikir manusiawi: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Mengasihi orang yang baik kepada kita memang mudah, tetapi Yesus mengajak kita untuk melangkah lebih jauh, meneladani kasih Bapa di surga yang menerbitkan matahari bagi orang baik maupun orang jahat. Sebagai anak-anak Allah, kita dipanggil untuk menghadirkan kasih yang tidak pilih kasih, bahkan kepada mereka yang melukai kita.

Saudara-saudari terkasih, Masa Prapaskah adalah waktu untuk sungguh membangun perubahan arah hidup. Kita mungkin merasa sudah cukup baik karena rajin ke gereja atau berpantang dan berpuasa. Namun, Injil hari ini mengingatkan bahwa kesucian sejati tampak dari kemampuan hati untuk mengampuni dan mendoakan mereka yang sulit kita kasihi. Puasa yang paling berat bukan hanya menahan lapar, tetapi menahan ego, melepaskan dendam, dan membuka hati bagi kasih. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Yohanes VegaTingkat VI

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.