Renungan Harian Jumat, 6 Maret 2026

Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28; Mzm. 105:16-17,18-19,20-21; Mat. 21:33-43,45-46; BcO Kel. 19:1-19; 20:18-21; (U)

Semua Adalah Titipan Tuhan

Saudara-saudari terkasih, kisah penggarap kebun anggur dalam Injil hari ini menjadi peringatan bagi kita. Hidup, bakat, kesehatan, bahkan waktu yang kita miliki sesungguhnya adalah titipan dari Tuhan, Sang Pemilik kebun. Kita hanyalah pengelola. Masalah muncul ketika kita mulai merasa sebagai pemilik mutlak, lalu menjalani hidup seolah-olah tanpa Tuhan. Di Masa Prapaskah ini, kita diajak bertanya: apakah dalam mengambil keputusan kita masih melibatkan Tuhan, atau justru lebih mengikuti keinginan dan ego kita sendiri?

Sering kali kita seperti para penggarap yang menikmati hasil kebun, tetapi enggan memberikan buahnya kepada pemiliknya. Kita menerima banyak berkat, tetapi sulit menghasilkan buah kebaikan. Buah itu bisa berupa kesabaran saat diuji, kejujuran ketika ada kesempatan untuk curang, atau kemurahan hati untuk berbagi. Prapaskah bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi soal menata kembali hidup agar Kristus sungguh menjadi Batu Penjuru, dasar utama hidup kita.

Kita juga diajak berefleksi dengan jujur: apakah hati kita masih terbuka terhadap teguran dan sabda Tuhan? Atau justru mengeras oleh kesombongan dan rasa ingin menang sendiri? Jangan sampai kita menolak Tuhan yang datang menegur dan membimbing kita. Masa Prapaskah adalah kesempatan untuk “membersihkan kebun” hati kita sebelum masa panen tiba.

Mari kita belajar rendah hati dan bertanggung jawab dalam mengelola hidup yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Semoga hidup kita sungguh menghasilkan buah-buah kebaikan bagi sesama. Dengan demikian, kita tetap tinggal dekat dengan Sang Pemilik hidup. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Yohanes Deo-Frater tingkat III

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.