Acies 2026: Saatnya Legioner ‘Gaspol’ Keluar dari Zona Nyaman

“Aku adalah milik-Mu ya Ratu dan Bundaku, dan segala milikku adalah kepunyaan-Mu. Kalimat ini bukan sekadar hafalan, tapi komitmen hati yang harus menggerakkan kita keluar dari rutinitas dan kebosanan.”

Demikian disampaikan oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Kristianto dalam homilinya pada Perayaan Ekaristi Acies Komisium Ratu Pencinta Damai Palembang di Gereja Santo Yoseph Palembang, Sabtu (6/3/2026) pagi. Tradisi tahunan Legio Maria yang diikuti 240 legioner dari berbagai wilayah di KAPal ini mengusung tema“Bersama Bunda Maria, Legioner Menjadi Saleh dan Manusiawi.”  

Tampak hadir mendampingi sebagai konselebran di antaranya Ketua Komisi Kitab Suci, Kateketik dan Liturgi KAPal sekaligus Pembimbing Rohani Komisium, Romo Agustinus Giman, Dekan Dekanat Palembang sekaligus Pastor Paroki St. Yoseph, Romo Hyginus Gono Pratowo, dan Moderator Devosional KAPal, Romo Petrus Sukino.

Menjadi Tentara Maria yang “Bersenjata” Ekaristi

Lebih lanjut, Romo Kris, demikian ia biasa disapa, menekankan bahwa seorang Legioner tanpa Ekaristi ibarat tentara yang maju ke medan perang tanpa senjata. Ia mengingatkan bahwa senjata utama Legio Maria adalah kekuatan rohani yang bersumber dari Allah.

“Penyucian diri harus berawal dari penghayatan Ekaristi dan meneladani kerendahan hati Bunda Maria. Kerendahan hati inilah yang membuat presidium kita menjadi wadah sukacita yang menarik bagi orang lain,” ungkapnya.

Spiritualitas yang “Punya Kaki dan Tangan”

Romo Kris mengajak para anggota untuk tidak hanya fokus pada kesucian diri sendiri, tetapi juga peka terhadap situasi konkret di masyarakat. Menurutnya, iman harus punya “kaki” untuk mendatangi mereka yang sakit dan tak berdaya sekaligus punya “tangan” untuk merangkul mereka yang kehilangan harapan di rumah sakit maupun penjara.

“Acies harus menjadi momentum penting untuk memutus rantai rutinitas dan kebosanan, lalu menggantinya dengan antusiasme baru,” tegas Romo Kristianto.

Bergerak Bersama Prioritas Pastoral

Dalam kegiatan yang juga diisi dengan pembaruan janji di hadapan Vexilum Legionis (panji Legio) ini Romo Kristianto juga mendorong para Legioner untuk berjalan beriringan dengan fokus pastoral Keuskupan, mulai dari isu kaderisasi, lingkungan hidup, hingga tantangan media digital. Menariknya, dalam kesempatan ini, Romo Kristianto juga membagikan pesan dari Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono yang mengapresiasi pertumbuhan Legio Maria di lima Dekanat (Palembang, Jambi, Lubuk Linggau, Bengkulu, dan Belitang).

Secara khusus, para Legioner dari Jambi diberikan semangat ekstra atau “gaspol” sebagai bagian dari persiapan mimpi besar tahun 2033, di mana Jambi diharapkan bisa menjadi Keuskupan sendiri.

Ketua Komisium Ratu Pencinta Damai Palembang, Hendrikus, menutup rangkaian acara dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak dan pembimbing rohani yang terus mendukung gerak langkah para “Tentara Maria” di Bumi Sriwijaya.

***B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.