Salib KYD Tiba di Palembang, Kaum Muda Diajak Menemukan Harapan dalam Kristus

Setelah berlayar di dekanat Lubuk Linggau, Bengkulu, dan Jambi, kini Salib KYD (Kapal Youth Day) berlabuh di Dekanat Palembang. Sebelumnya, salib tersebut singgah di Paroki St. Aloysius Gonzaga (Algonz) Sungai Lilin, sebelum kemudian dihantar oleh Orang Muda Katolik (OMK) menuju Paroki St. Yoseph Palembang pada Rabu (8/4) lalu.

Diiringi tarian barongsai dari Stasi St. Hilarius, serah terima Salib KYD dilakukan oleh Pastor Paroki Algonz, Rm. Andreas Yudhi Wiyadi, O.Carm kepada Pastor Paroki St. Yoseph Palembang, Rm. Higinus Gono Pratowo yang juga menjabat sebagai Romo Dekan Dekanat Palembang.

Setelah prosesi serah terima, salib diarak menuju gereja dan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Kaum Muda. Misa yang dihadiri lima imam dan sekitar 200 OMK ini dimulai pada pukul 05.00 WIB di Gereja St. Yoseph Palembang.

Dalam homilinya, Rm. Higinus Gono Pratowo mengajak kaum muda untuk melihat kembali makna kisah dua murid di Emaus dalam kehidupan sehari-hari. “Yesus tidak memilih orang-orang yang sempurna. Ia hadir justru bagi mereka yang sederhana, yang sedang bingung, bahkan yang imannya sedang goyah,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kedua murid Emaus bukanlah sosok luar biasa, namun mereka mendapat kesempatan istimewa untuk berjumpa langsung dengan Kristus yang bangkit. “Kisah ini menjadi cermin bagi kita semua. Meskipun merasa biasa saja, kurang aktif, atau bahkan tidak layak, setiap orang tetap dipanggil untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan,” lanjutnya.

Romo Gono juga menyoroti realitas yang dihadapi kaum muda saat ini, mulai dari tekanan akademik hingga tantangan dalam dunia kerja. “Banyak orang muda bergumul dengan tugas kuliah, skripsi yang belum selesai, kegagalan, bahkan tekanan pekerjaan. Situasi ini sering membuat hati gelisah dan merasa Tuhan tidak mendengarkan doa,” katanya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa justru dalam situasi seperti itulah Tuhan hadir. “Peristiwa Emaus mengajarkan bahwa di tengah keputusasaan, Tuhan tetap berjalan bersama kita. Salib Kristus bukanlah akhir, melainkan jalan menuju kebangkitan dan harapan baru. Karena itu, jangan pernah menyerah,” tegasnya. Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk menemukan perjumpaan dengan Kristus melalui Ekaristi.

“Ekaristi adalah tempat kita mengalami kehadiran Tuhan yang hidup, yang menyembuhkan dan menguatkan. Saat kita merasa sendiri atau kehilangan arah, di situlah kita kembali menemukan makna dan harapan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mengikuti Kristus tidak terlepas dari salib kehidupan. “Setiap orang beriman pasti menghadapi tantangan dan penderitaan. Namun melalui salib itulah iman kita dimurnikan dan harapan diteguhkan,” tambahnya.

Mengakhiri homilinya, Rm. Higinus menegaskan bahwa setiap orang, khususnya kaum muda, memiliki nilai yang istimewa di hadapan Tuhan. “Setiap kita berharga di mata Tuhan. Karena itu, kita perlu peka untuk mengenali kehadiran-Nya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Perayaan Ekaristi berlangsung meriah dengan iringan paduan suara gabungan dari Seminari Menengah St. Paulus dan Putri-putri Mess Yayasan Bangau. Suasana semakin hangat setelah misa, ketika para OMK mengikuti ramah tamah di samping gereja.

Dalam sesi tersebut, Ko Pindy selaku pengurus Komisi Kepemudaan Kapal menjelaskan sejarah terbentuknya KYD. Ia menyampaikan bahwa KYD berawal dari kegiatan Porseni OMK di Tegalarum pada tahun 1988, kemudian berkembang menjadi Temu Akbar Kaum Muda pada periode 2000–2008, hingga akhirnya resmi menjadi Keuskupan Youth Day pada tahun 2012.

Acara dilanjutkan dengan kuis interaktif serta ditutup dengan kegiatan bernyanyi dan menari bersama, yang semakin mempererat kebersamaan antar kaum muda. Momentum ini diharapkan menjadi bagian dari semangat Paskah bagi kaum muda untuk bangkit, memperbarui iman, serta semakin aktif dalam kehidupan menggereja. Dari kegelisahan menuju harapan, dari keraguan menuju keyakinan itulah perjalanan iman yang terus dihidupi bersama Kristus yang bangkit.

***Yuyuani Daro

Leave a Reply

Your email address will not be published.