Renungan Harian Sabtu, 2 Mei 2026

PW St. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja
Kis. 13:44-52; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 14:7-14. BcO Kis. 15:36-16:15.

Percaya

Saudara-saudari terkasih, pernahkan kita merasa ragu dengan sesuatu, misalnya berita atau informasi yang kita terima? Keraguan itu merupakan tanda bahwa kita memang memberikan suatu perhatian dan bersifat kritis. Bacaan pertama hari ini mengisahkan tentang Paulus dan Barnabas yang sedang memberitakan sabda Allah. Tindakan mereka justru mendapat kritikan yang tidak baik oleh orang-orang Yahudi yang iri hati. Barangkali  kita juga pernah bersikap seperti mereka, yang menjadi iri hati dan curiga ketika melihat orang lain melakukan kebaikan.

Kisah Injil hari ini menampilkan sosok Yesus yang menyingkapkan identitas-Nya yang paling mendalam, barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa. Ini adalah pernyataan iman yang sangat kuat. Allah yang tidak kelihatan menjadi nyata dalam diri Yesus. Melalui perkataan, tindakan, dan kasih-Nya, kita semua diajak mengenal Yesus dan masuk dalam relasi yang hidup dengan Allah sendiri.

Saudara-saudari terkasih, Yesus juga tidak hanya mengajak untuk percaya, tetapi juga untuk ambil bagian dalam karya-Nya. Ia mengatakan bahwa siapa yang percaya kepada-Nya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Ia lakukan, bahkan yang lebih besar lagi. Ini bukan soal kehebatan manusia, melainkan karena Allah sendiri bekerja melalui orang yang percaya. Ketika seseorang hidup dalam iman, doa, dan kesatuan dengan Kristus, hidupnya menjadi sarana kehadiran Allah di tengah dunia. Begitu pula St. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja yang kita kenangkan hari ini. Ia telah mempersembahkan hidupnya untuk Allah, menjadikan sarana bagi Allah untuk mewartakan kebaikan dan kebenaran Allah.

Saudara-saudari terkasih, iman hendak diwujudkan dalam kesaksian nyata. Seperti Paulus dan Barnabas, kita pun dipanggil untuk berani mewartakan kebenaran, meskipun menghadapi penolakan. Semoga Allah membuka hati kami agar semakin mengenal Engkau sebagai jalan menuju Bapa. Serta Kuatkan iman kami, supaya kami berani menjadi saksi kasih-Mu di tengah dunia, dan melalui hidup kami, orang lain dapat melihat wajah Allah. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Yulius Susilo (Tingkat IV)

Leave a Reply

Your email address will not be published.