Renungan Harian Minggu, 3 Mei 2026

Minggu Paskah V
Kis. 6:1-7; Mzm. 33:1-2,4-5,18-19; 1Ptr. 2:4-9; Yoh. 14:1-12. BcO Kis. 16:16-40.

GPS SURGAWI: JALAN, KEBENARAN, DAN HIDUP

Saudara-saudari terkasih, pernahkah Anda berkendara di kota yang asing tanpa bantuan GPS? Mungkin Anda merasa bingung, cemas, atau bahkan takut salah mengambil jalur. Di era sekarang, GPS adalah sahabat terbaik dalam perjalanan. Cukup masukkan alamat tujuan, dan sebuah suara akan menuntun kita: “Dua ratus meter lagi, belok kanan.” Dalam Injil hari ini, para murid sedang merasa “tersesat” secara batin. Yesus baru saja bicara tentang kepergian-Nya. Mereka gelisah. Di tengah kebingungan itu, Yesus menawarkan diri-Nya sebagai GPS Surgawi: “Akulah Jalan,  Kebenaran, dan Hidup. Sebuah GPS tidak akan berguna jika kita tidak punya alamat tujuan. Yesus menegaskan bahwa tujuan akhir perjalanan hidup kita bukanlah kekayaan atau jabatan, melainkan “Rumah Bapa”. Ini adalah tempat di mana kita diterima apa adanya, tempat di mana tidak ada lagi kegelisahan.

Sabda ini bukan hanya kata-kata penghiburan, tetapi suara hati Tuhan yang memahami kerapuhan manusia. Ia tahu betapa mudahnya hati kita goyah. Ia hadir untuk meneguhkan, menguatkan, dan mengingatkan bahwa di tengah ketidakpastian hidup, hanya dalam Dia kita menemukan ketenangan, arah, dan makna hidup yang sejati.

Saudara-saudari terkasih, kita pun sering diliputi kegelisahan: memikirkan masa depan yang belum pasti, menghadapi beban hidup yang terasa berat, atau bergumul dalam kesunyian hati yang tidak selalu dimengerti orang lain. Dalam situasi seperti itu, kita kadang merasa sendirian, seolah tidak ada yang sungguh memahami. Namun Yesus datang dengan kelembutan-Nya, mengingatkan bahwa Ia tidak pernah meninggalkan kita. Ia berjalan bersama kita, bahkan dalam langkah-langkah yang paling rapuh sekalipun. Ia mengundang kita untuk perlahan-lahan belajar percaya, membuka hati, dan bersandar pada kasih-Nya, agar di tengah badai hidup, kita tetap memiliki harapan dan arah.

Saudara-saudari terkasih, sabda Tuhan ini menjadi undangan yang lembut namun mendalam untuk memperbarui iman kita. Marilah kita bertanya dalam keheningan hati: sudahkah saya sungguh percaya kepada Yesus dan menjadikan-Nya jalan dalam hidup saya? Apa yang dapat saya lakukan hari ini, sekecil apa pun, untuk menghadirkan kasih dan kebaikan bagi sesama? Semoga melalui refleksi ini, hati kita disentuh dan diteguhkan, sehingga hidup kita semakin menjadi saksi akan kehadiran Tuhan yang hidup, Tuhan yang tidak pernah meninggalkan, tetapi selalu setia berjalan bersama kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Pius Gusnius (Tingkat IV)

Leave a Reply

Your email address will not be published.