
PALEMBANG — Para calon imam di Seminari Menengah Santo Paulus Palembang menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke- 81 dengan menggelar kerja bakti bersama pada Jumat (14/8/2026) sore. Aksi pembersihan ini tidak hanya menyasar area dalam seminari, tetapi juga lingkungan masyarakat sekitar, dengan harapan utama dapat menumbuhkan rasa solidaritas dan jiwa sosial para seminaris dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai lembaga pembinaan calon pemimpin Gereja, Seminari St. Paulus tidak hanya melatih para seminaris dalam hal berdoa dan akademis, tetapi juga dalam bekerja lewat kegiatan pembersihan yang disebut Opera. Berbeda dari kebiasaan rutin, kerja bakti menjelang 17 Agustus ini dilakukan secara lebih terbuka dan melibatkan seluruh seminaris secara komunal.
Bidel Umum Seminari, Natan Nael Pandiangan, menyebutkan bahwa harapan besar dari kegiatan ini adalah melatih para seminaris agar memiliki kepedulian sosial yang nyata dan kekeluargaan yang erat.
“Harapannya para seminaris menumbuhkan rasa solidaritas dan kolegialitas yang tidak sekadar kerja bakti ini saja, melainkan diterapkan dalam hidup komunal, serta menjunjung tinggi pilar sosialitas dalam seminari,” ujar Natan.


Dalam pelaksanaannya, pembagian tugas dilakukan secara fleksibel. Sejumlah seminaris secara sukarela mendaftar untuk membersihkan saluran air (got) dan area luar kompleks. Sementara itu, seksi-seksi internal, seperti Refter, Koster, Perlengkapan, Kebun, Ternak, Pakaian, hingga Dekorasi tetap membagi tugas menjaga kebersihan pos masing-masing.
Semangat kebersamaan ini terlihat jelas saat para seminaris rela melepas waktu olahraga sore mereka demi menyelesaikan seluruh pembersihan. Bagi mereka, kegiatan ini menjadi wujud nyata dari semboyan Ora et Labora (Berdoa dan Bekerja), di mana menjaga kebersihan lingkungan merupakan bentuk perwujudan iman dan rasa cinta tanah air.
Melalui aksi ini, Seminari St. Paulus berharap perayaan kemerdekaan tidak sekadar diisi dengan upacara bendera dan aneka perlombaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perjalanan panggilan para seminaris dan masyarakat sekitar.
***Denias Gibran Timotius Manurung dan Pandu Yonatan Nadapdap (Seminaris Kelas Rhetorica)
