Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo: Simbol Kerukunan dan Gotong Royong Umat di OKU Timur

Foto: Komsos KAPal

BELITANG — Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai prosesi peletakan batu pertama pembangunan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bernoda di Tegalrejo, Belitang, OKU Timur, Minggu (16/8/2026) siang. Peristiwa bersejarah ini menjadi bukti nyata kuatnya toleransi, persatuan, serta semangat gotong-royong antara umat Katolik, masyarakat, dan pemerintah daerah setempat.

Foto: Komsos KAPal

Rangkaian kegiatan diawali dengan penayangan video pendek perjalanan sejarah Paroki Santa Maria Tak Bernoda Tegalrejo. Acara ini dihadiri langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Bupati OKU Timur, H. Lanosin, Pastor Paroki Tegalrejo, Romo Amatus Sukadi SCJ, serta tokoh masyarakat dan aparat pemerintah setempat.

Dalam sambutannya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono mengapresiasi keharmonisan dan kebersamaan umat yang menjadi pondasi dimulainya pembangunan ini. Menurutnya, kapasitas gedung gereja lama sudah tidak memadai lagi untuk menampung seluruh umat.

“Bangunan yang ada saat ini sudah tidak mencukupi untuk peribadatan. Modal awal belum mencapai 2 miliar rupiah, sementara total anggaran yang dibutuhkan sekitar 10 miliar rupiah. Namun, karena kebersamaan dan rasa percaya, umat berani melangkah,” ujar Mgr. Yuwono.

Bapa Uskup menegaskan bahwa keberanian tersebut bersumber dari keyakinan akan komitmen umat yang guyub dan saling menopang sesuai kemampuan masing-masing. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten OKU Timur dan seluruh warga Tegalrejo atas dukungan serta hubungan harmonis yang terus terjaga.

Foto: Komsos KAPal

Bupati OKU Timur, H. Lanosin, menyambut hangat dimulainya pembangunan gereja yang menjadi sarana peribadatan ini. Ia mengapresiasi semangat gotong-royong panitia dan seluruh umat Katolik yeng memulai pembangunan gereja meskipun membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Saya sangat yakin, ketika semua perbuatan dan niat kita didasari dengan ketulusan, Tuhan pasti akan memberkati sehingga pembangunan gereja di Tegalrejo ini dapat segera berdiri tegak,” ujar Lanosin.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah OKU Timur siap memberikan dukungan secara formal melalui mekanisme bantuan pemerintah. Ia pun berharap agar keberadaan gereja ini mampu membentuk karakter kepribadian masyarakat yang adil dan mulia. Menurutnya, karakter ini menjadi pondasi utama dalam mendorong kemajuan dan kemakmuran di OKU Timur.

“Harapan saya, gereja ini dapat membentuk sifat-sifat kemuliaan di dalam diri setiap insan. Jika kemuliaan itu tegak dalam diri kita masing-masing, kemajuan daerah akan mengikutinya sebagai tanda kemakmuran masyarakat OKU Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Paulus Sumarno, memaparkan bahwa proses peletakan batu pertama ini merupakan buah dari perjalanan panjang mulai dari musyawarah umat, perancangan desain arsitektur, hingga pemenuhan perizinan.

“Batu fisik yang diletakkan hari ini tidak akan berarti tanpa ‘batu-batu hidup’, yaitu iman, persatuan, dan semangat gotong royong kita semua. Seperti kisah lima roti dan dua ikan, dengan kerja keras dan penyertaan Tuhan, kami yakin pembangunan ini akan selesai dengan baik,” tutur Paulus.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan dokumen perizinan (IMB) dan peletakan batu pertama pada fondasi bangunan oleh H. Lanosin, Mgr. Harun Yuwono, perwakilan Kepolisian, Camat Belitang, serta para tokoh agama dan masyarakat. Usai peletakan batu pertama, Bapa Uskup bersama Bupati melepas balon ke udara sebagai simbol doa dan harapan agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar hingga usai.

Rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama, ramah tamah, serta makan siang dalam suasana hangat penuh kekeluargaan.

***Andreas Setiyo Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published.