Renungan Harian 4 September 2026

Hari Biasa

1Kor 4:1-5; Mzm 37:3-4.5-6.27-28. 39-40; Luk 5:33-39. BcO 2Tim 2:22-3:17.

Menjadi Manusia Baru

Saudara-saudari yang terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk melihat kembali kehidupan kita. Dalam bacaan pertama, Santo Paulus mengingatkan bahwa kita tidak perlu terburu-buru menghakimi orang lain. Tuhanlah yang mengetahui isi hati manusia. Kadang kita mudah menilai seseorang hanya dari apa yang kita lihat, tetapi kita tidak mengetahui perjuangan, masalah, dan niat yang ada dalam hatinya. Mazmur mengingatkan kita untuk percaya kepada Tuhan dan menyerahkan hidup kepada-Nya. Ketika kita mengalami kesulitan, kegagalan, atau merasa tidak dihargai, kita tidak perlu membalas atau membuktikan diri kepada semua orang. Kita cukup tetap melakukan yang baik dan percaya bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu.

Dalam Injil, Yesus berbicara tentang anggur baru yang harus disimpan dalam kantong yang baru. Anggur baru menggambarkan kehidupan baru yang dibawa oleh Yesus. Artinya, kalau kita mau mengikuti Kristus, kita juga harus memiliki hati dan cara hidup yang baru. Kebiasaan lama seperti suka menghakimi, iri hati, mudah marah, menyimpan dendam, atau merasa diri paling benar perlu kita tinggalkan. Kadang kita ingin menerima sesuatu yang baru dari Tuhan, tetapi masih mempertahankan sikap lama. Kita ingin menjadi orang yang lebih sabar, tetapi masih mudah marah. Kita ingin mengampuni, tetapi masih menyimpan kesalahan orang lain. Kita ingin dekat dengan Tuhan, tetapi masih malas berdoa. Inilah yang perlu kita ubah.

Menjadi manusia baru bukan berarti kita langsung menjadi sempurna. Menjadi manusia baru berarti setiap hari kita mau belajar memperbaiki diri dan membuka hati terhadap kehendak Tuhan. Marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah hati saya sudah menjadi “kantong baru” bagi kasih dan Sabda Tuhan? Atau saya masih terikat dengan kebiasaan-kebiasaan lama? Marilah kita belajar untuk tidak mudah menghakimi, tetap melakukan yang baik, menyerahkan hidup kepada Tuhan, dan berani berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Dito Saputra Tingkat II

Leave a Reply

Your email address will not be published.