
PALEMBANG – Suasana Seminari Menengah Santo Paulus Palembang tampak berbeda dan jauh lebih semarak dalam tiga hari terakhir. Ratusan seminaris antusias mengikuti serangkaian perlombaan dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 yang mengusung tema “Yesus Guru Yang Penuh Kuasa”. Kegiatan yang digagas oleh Kebudelan atau OSIS Seminari ini berlangsung marathon dari Jumat malam (18/9/2026) hingga Minggu malam (20/9/2026).
Rangkaian acara terbagi ke dalam tiga sesi harian yang memadukan kedalaman rohani, wawasan, dan kreativitas. Pada sesi pertama, Jumat malam, ajang kompetisi dibuka dengan lomba Lektor Mazmur, Homili, dan Duet Song. Seluruh rangkaian hari pertama yang dimulai pukul 19.30 WIB ini ditutup dengan doa malam bersama di kapel.
“Saya sangat bangga kepada para peserta karena sudah berani melawan rasa malu demi tampil di depan dan mewakili kelasnya,” ujar Sr. Lucia CM mengapresiasi keberanian para peserta.

Kemeriahan berlanjut pada sesi kedua, Sabtu (19/9/2026). Sejak pagi pukul 10.15 WIB, para peserta bersaing dalam lomba Paramenta, Bible Art, dan Ranking Satu. Malam harinya, giliran lomba Tutur Kitab Suci serta Cerdas Cermat Rohani (CCR) yang menguji pemahaman dan ketangkasan para seminaris.
Puncak keseruan terjadi pada sesi ketiga, Minggu malam, melalui lomba Koor antar kelas dan Menghias Majalah Dinding (Mading). Kedua perlombaan ini menjadi wadah unjuk bakat, kreativitas, dan kekompakan antar kelas. Setiap kelas tampil habis-habisan demi memberikan yang terbaik.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi dan hiburan, rangkaian perlombaan BKSN 2026 ini dirancang sebagai pembekalan penting bagi kehidupan menggereja para calon imam di masa depan. Selain mengasah potensi, kepercayaan diri, kreativitas, dan rasa sportivitas, kegiatan ini bertujuan utama memperdalam kecintaan para seminaris terhadap Kitab Suci.

“Tujuan diadakannya perlombaan BKSN ini adalah untuk menggali pemahaman seminaris terkait tema tahun ini. Secara khusus, para seminaris ditekankan untuk memahami sifat-sifat Yesus sebagai Guru dan menghayati Injil Matius,” jelas Natanael Pann, mewakili panitia.
***Daniel Maria Oktorio dan Ricardo Taton Alfareyhan (Seminaris Kelas Rhetorica)
