
PEMATANGSIANTAR – Pertemuan Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) dan SIGNIS Regio Sumatera yang digelar di Catolic Center-Pusat Pembinaan Umat Keuskupan Agung Medan (CC-PPU KAM), Pematangsiantar pada 22-25 September 2026 terus berlanjut. Memasuki hari kedua, Rabu (23/9/2026) siang hadir akademisi dari Universitas Bina Nusantara (Binus University), Ignatius Edward Rianto, yang menyajikan materi bertajuk “Media Sosial dan Konten Pewartaan”. Kegiatan ini membekali para pegiat Komsos agar semakin bijak, kreatif, dan berdampak di dunia digital.
Melalui sesi ini, para peserta yang berasal dari keuskupan di Regio Sumatera diajak memahami fungsi media sosial sebagai sarana pewartaan modern. Ignatius mengibaratkan media sosial sebagai sebuah “alun-alun digital”, tempat masyarakat berkumpul dan berinteraksi secara virtual. Dengan lebih dari 139 juta pengguna aktif media sosial di Indonesia yang menghabiskan waktu rata-rata lebih dari 7 jam sehari, ruang digital menjadi ladang yang sangat potensial untuk menyampaikan pesan-pesan iman dan membangun komunikasi dua arah.

Tantangan dan Risiko
Diskusi berlangsung interaktif saat para peserta merefleksikan dinamika penggunaan teknologi terkini, khususnya Artificial Intelligence (AI). Budi, perwakilan dari Keuskupan Padang, membagikan pengalamannya dalam pembuatan pamflet dan materi visual di Instagram.
“Penggunaan AI memang sangat membantu pekerjaan kita. Namun di sisi lain, kepraktisan prompting kadang membuat kita cenderung pasif dalam berkreasi, dan visual khas buatan AI tersebut sangat mudah dikenali,” ungkap Budi.
Selain kemudahan dan peluang memperluas jangkauan pelayanan hingga ke daerah terpencil, narasumber juga mengingatkan adanya risiko di dunia digital, mulai dari maraknya ujaran kebencian hingga ancaman kecanduan digital.
“Ketika kita memproduksi konten, tetap ada risiko masyarakat menjadi kecanduan digital. Itulah sebabnya kita dituntut untuk selalu berhati-hati dan bijaksana saat mengunggah foto maupun video,” tegas Ignatius.
Praktik Langsung Pembuatan Konten
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para pelayan Komsos tidak hanya dibekali teori, tetapi juga langsung melakukan praktik pembuatan gambar dan video menggunakan prompt instruksi. Sesi praktik ini bertujuan agar para pengelola media Gereja di Regio Sumatera semakin mahir memproduksi konten digital yang relevan, beretika, dan membawa dampak positif bagi umat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
***Lisbet Theresa Pakpahan (Laporan dari Pematangsiantar)
