Hari Biasa
Pkh 1:2-11; Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; Luk 9:7-9. BcO Tob 6:1-17.
Tuhan Ada Menggenggam Kita

Saudara-saudari yang terkasih, kekuatiran akan hidup seringkali membuat kita kehilangan arah. Hidup yang semestinya penuh kebahagian malah menjadi penuh dengan kekuatiran. Bacaan pertama hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa hidup kita sepenuhnya dikendalikan oleh Tuhan. Pengkhotbah menegaskan setiap jalan hidup kita sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah, lewat kiasan-kiasan alam yang membantu manusia menyadari betapa bergantungnya mereka pada Allah.
Pengakuan itu tertuang dalam bacaan Injil yang diperdengarkan pada kita hari ini, “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian” (Luk 9:9). Pengakuan spontan akan kehadiran Allah yang tanpa sadar mereka tolak dengan kejam dan dengki. Inilah gambaran kekuatiran kita manusia melalui sosok Raja Herodes yang menganggap kehadiran Yesus sebagai suatu ancaman bagi kekuasaan dirinya di wilayah Galilea.
Saudara-saudari, dalam kehidupan kita pun mengalami banyak kekuatiran tentang hidup kita. Kekuatiran bila kehilangan pekerjaan, gagal membahagiakan keluarga, tentang masa depan anak-anak dan sebagainya. Perasaan-perasaan ini normal dalam kehidupan kita sebagai pribadi manusia, namun perlu kita sadari bahwa Tuhan selalu ada menggenggam kita sekalipun kita berada dalam situasi sulit. Ia hadir menguatkan, membimbing, menolong dan memberi kebahagian lewat orang tua, anak-anak, anggota keluarga, komunitas atau organisasi dan orang-orang di sekitar kita.
Saudara-saudari, dalam bulan kitab suci ini, kita diajak untuk semakin menghayati panggilan kristiani kita dalam hidup bermasyarakat dan gerejawi. Sabda yang kita terima harus sampai pada tindakan nyata bagi sesama, sehingga kekuatiran kita bukan lagi tentang diri kita sendiri, melainkan bila kita tidak mewujudnyatakan sabda yang kita terima untuk membantu sesama secara khusus mereka yang menderita dan berkekurangan. Dengan demikian Tuhan akan selalu menggenggam dan menyempurnakan kita dalam setiap usaha dan perjuangan dalam hidup kita.
Ada sebuah uangkapan kecil yang harus menjadi slogan kita hari ini, yaitu, “SALAM BERSEPATU”, yang berarti “Selalu Aman Bersandar Setia Pada Tuhan”. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Yordanus Debrito Afu Tingkat I
