Hari Minggu biasa XXVII (H)
Yes. 5:1-7; Mzm. 80:9,12,13-14,15-16,19-20; Flp. 4:6-9; Mat. 21:33-43. BcO Sir 1:1-20
Hidup yang Berbuah

Saudara-saudari Sahabat Sonora/Komsos yang terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajarkan kita satu kebenaran yang indah dan menenangkan: setiap hidup kita adalah sebuah “kebun” yang Tuhan tanam dengan penuh kasih. Tuhan telah memberikan segalanya kepada kita, waktu, kesehatan, bakat, kesempatan, hubungan dengan sesama, dan kasih karunia-Nya yang melimpah. Dia tidak membiarkan kita berdiri dan bekerja sendirian di dunia ini. Namun yang Dia harapkan bukanlah sekadar kesuksesan materi, popularitas, atau pencapaian yang dipuji orang saja. Tuhan rindu melihat “buah” yang manis tumbuh dalam hidup kita: adil dalam memperlakukan orang lain, mengasihi sesama dengan tulus, kesetiaan dalam melakukan apa yang benar, dan kelembutan hati yang mencerminkan karakter-Nya.
Akan tetapi tidak jarang, kita malah berlaku seperti pekerja-pekerja kebun Anggur dalam bacaan Injil. Oleh karena itu Injil menjadi pengingat bagi kita semua: apa pun yang kita miliki dalam hidup ini, harta, pekerjaan, keluarga, bakat, bahkan waktu kita—bukanlah milik kita sepenuhnya. Kita hanyalah pengelola atau penatalayan yang dipercayakan Tuhan untuk merawatnya selama waktu yang Dia tentukan. Kita dipanggil untuk setia menggunakan apa yang telah Dia titipkan demi kemuliaan nama-Nya dan kebaikan sesama, bukan menyalahgunakannya untuk kepentingan diri sendiri saja. Suatu hari, kita akan mempertanggungjawabkan bagaimana kita mengelola “kebun hidup” ini di hadapan-Nya.
Maka pada kesempatan ini, mari kita benahi dan sadari apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Jangan biarkan hidup yang Tuhan rawat dengan begitu baik ini malah berbuah keegoisan, kepahitan, atau kelalaian hanya karena kita terlalu sibuk mengejar hal-hal duniawi. Jangan sampai kepercayaan dan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita hilang begitu saja, atau diberikan kepada orang lain.
Saya teringat akan satu lirik lagu berjudul Hidup Adalah Kesempatan. Dalam lirik kita mendapatkan kata-kata hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan, jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri hidup ini untuk jadi berkat. Oh Tuhan pakailah hidupku, selagi aku masih kuat, bila saatnya nanti ku tidak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat…… maka mari kita pakai kesempatan dan berkat yang diberikan Tuhan kepada kita dengan penuh tanggung jawab agar hidup kita juga menjadi berkat bagi sesama. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Hendra Paulinus Simbolon Tingkat 5
