PF St. Bruno, Imam
Gal 1:13-24, Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15; Luk 10:38-42. BcO Sir 3:1-16.
Memilih yang Terbaik

Saudara-saudari Sahabat Sonora/Komsos yang terkasih, Injil hari ini mengajak kita untuk mengevaluasi kembali bagaimana cara kita mengatur prioritas hidup sehari-hari. Di era modern yang berjalan begitu cepat ini, menjaga agar segala hal tetap seimbang dan teratur membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Arus zaman yang serba praktis sering kali memanjakan dan mengecoh kita. Banyak hal yang awalnya kita anggap sangat penting dan bermanfaat, ternyata hanya membawa kepuasan sesaat yang sifatnya kecil dan semu.
Kisah Maria dan Marta dalam Injil Lukas memperlihatkan dinamika ini secara jelas. Sekilas, sikap Maria yang hanya duduk diam di kaki Yesus seolah-olah tampak bermalas-malasan, sementara Marta sibuk bekerja menyiapkan segala sesuatunya. Namun, Yesus menegaskan bahwa pilihan Maria membawa manfaat yang jauh lebih besar dan bernilai kekal. Mengapa demikian? Karena dalam kehidupan nyata, kita sering kali terjebak menjadi seperti Marta—terlalu sibuk dengan urusan duniawi hingga lupa menyisakan waktu untuk hadir dan mendengarkan Tuhan.
Terkadang, kita berpikir bahwa tumpukan pekerjaan, pencapaian, atau kesibukan yang tiada habisnya akan mendatangkan kedamaian hidup. Padahal, kenyataan tidaklah demikian. Kesibukan materi tidak pernah bisa memuaskan kerinduan terdalam jiwa kita. Kedamaian sejati justru lahir dari keheningan batin, ketika kita berani melangkah mundur sejenak dari hiruk-pikuk dunia untuk duduk bersimpuh dan berbincang dengan Tuhan dalam doa.
Di tengah kesibukan yang mengecoh dan melelahkan, kita tidak boleh lupa akan segala kebaikan serta kemurahan yang telah kita terima dari-Nya. Pekerjaan dan pelayanan memang baik serta perlu, tetapi semua itu harus berakar dari relasi kita yang erat dengan Kristus. Tanpa perjumpaan pribadi dengan Tuhan, seluruh aktivitas yang kita kerjakan akan mudah membuat kita lelah, cemas, dan kehilangan arah.
Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita senantiasa meluangkan waktu khusus untuk berbicara dan mendengarkan suara Tuhan di dalam hidup kita. Jangan biarkan riuk gelombang dunia menggeser posisi Tuhan dari pusat kehidupan kita. Sebab hanya lewat Dialah, kita dapat menemukan dan merasakan kedamaian sejati yang selama ini kita cari-cari. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Bernardinus Rosari Widiarso Tingkat 1
