
BANYUASIN — Keuskupan Agung Palembang resmi membuka Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Workshop Pastoral yang berlangsung di Wismalat Podomoro mulai Selasa hingga Jumat, 6–9 Oktober 2026. Mengusung tema “Menata Pastoral: Berbasis Data dan Berbuah Nyata”, forum ini menjadi kesempatan bagi para pelayan gereja untuk mentransformasi tata kelola pastoral ke arah yang lebih terstruktur dan transparan.
Kegiatan yang dihadiri oleh 154 peserta, terdiri dari imam, calon imam dan tenaga kesekretariatan paroki ini menghadirkan imam Keuskupan Agung Semarang, Romo Stephanus Gitowiratmo sebagai narasumber utama.

Romo Gito, demikian biasa disapa, dalam paparannya pada sesi pertama Selasa (6/10/2026) pagi, menegaskan pentingnya pergeseran paradigma kepemimpinan dari model karismatik personal menuju sistemik kelembagaan (corporate culture). Menurutnya, seorang pejabat pastoral bukan sekadar bertindak atas kepemimpinan pribadi, melainkan bagian dari kesatuan lembaga keuskupan yang terikat pada visi dan misi bersama.
“Manajemen pastoral bertujuan untuk mempermudah pencapaian empat pilar utama: memperdalam iman, meneguhkan persatuan umat, mewartakan Sabda Tuhan, serta melayani sesama,” ujar Romo Gito. Ia juga menyoroti pentingnya empat tata kelola manajerial yang saling bersinergi, yakni kelembagaan, sumber daya manusia (SDM), keuangan, dan sistem pelayanan.
Isu tertib administrasi dan ketaatan hukum, khususnya terkait kejelasan status legal SDM, pengelolaan aset, serta transparansi pedoman keuangan paroki, turut menjadi poin penekanan dalam workshop tersebut. Melalui penguatan manajemen berbasis data ini, pelayanan pastoral di seluruh paroki wilayah Keuskupan Agung Palembang diharapkan makin terukur dan berbuah nyata bagi seluruh umat.
***Fransiska Panca Sulistysningsih
