
Setelah katekese Angelus, Paus Leo kembali mengajak umat berdoa Rosario, bergabung dalam inisiatif Aid to the Church in Need: “Secara khusus, marilah kita berdoa bagi Tanah Suci dan para korban kekerasan yang tidak bersalah.” Ia juga mengungkapkan sukacitanya atas berbagai kegiatan yang didedikasikan bagi Santo Fransiskus dari Assisi dan mengumumkan masa discernment sinodal mengenai keluarga yang akan berlangsung di Vatikan, sepuluh tahun setelah Amoris Laetitia.
Seruan agar perang diakhiri dan perdamaian dibangun kembali. Paus memperbarui seruan tersebut setelah memimpin doa Angelus dari jendela Istana Apostolik. Sebagaimana dilakukannya dalam kunjungan terakhirnya ke Lourdes, Prancis, ia kembali mengajak semua orang untuk berdoa Rosario demi perdamaian dan persatuan di dunia, seraya menunjukkan solidaritas dengan anak-anak yang telah terlebih dahulu melakukannya melalui inisiatif Yayasan Aid to the Church in Need, “Satu Juta Anak Berdoa Rosario”.
Berdoa Agar Terbebas Dari Belenggu Perang
Kampanye ini dimulai pada awal Oktober bersama Paus di Taman Vatikan dan akan berlangsung hingga 7 Oktober, bertepatan dengan Pesta Santa Perawan Maria dari Rosario. Dengan demikian, keuskupan, paroki, sekolah, komunitas, dan keluarga di berbagai benua dapat memilih hari yang paling sesuai untuk mempersembahkan doa bagi intensi khusus ini.
Keluarga, Sebuah Harapan Dan Harta Yang Tak Ternilai
Paus Leo kemudian mengumumkan bahwa dalam rangka peringatan sepuluh tahun Amoris Laetitia, Anjuran Apostolik Pascasinode yang diterbitkan Paus Fransiskus, sebuah pertemuan selama satu pekan akan dimulai pada Rabu depan, 7 Oktober.
Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mendengarkan suara Gereja di tengah perubahan besar yang sedang berlangsung serta mencari cara untuk memperbarui dan memperkuat pilihan hidup perkawinan, yang dalam berbagai konteks mengalami penurunan drastis selama beberapa dekade terakhir. Paus menjelaskannya demikian:
“Ini akan menjadi masa discernment sinodal untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu diambil guna mewartakan Injil kepada keluarga-keluarga dan generasi muda dewasa ini. Saya mempercayakan tugas ini kepada doa-doa Anda dan, terutama, kepada keluarga-keluarga yang, dengan pertolongan Allah, menjadi tanda harapan dan harta yang tak ternilai bagi Gereja dan masyarakat.”
Mengenang Santo Fransiskus
Paus kemudian kembali mengangkat Santo Fransiskus sebagai teladan, sebagaimana telah dilakukannya dalam katekese, dalam rangka peringatan 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus. Ia mengungkapkan kegembiraannya atas berbagai kegiatan peringatan, khususnya yang diselenggarakan di Assisi dengan partisipasi para pejabat tinggi negara Italia. Ia juga menyampaikan salam khusus:
“Saya juga menyapa para operator radio amatir dari Assisi dan Foligno yang menyebarluaskan pesan perdamaian Santo Fransiskus.”
*** Antonella Palermo
Vatican News, 4 Oktober 2026
